Kemendag sebut kelapa sawit topang perekonomian nasional saat pandemi

Subagyo
·Bacaan 2 menit

Kementerian Perdagangan menyebut industri kelapa sawit di Indonesia menjadi penopang perekonomian nasional di masa pandemi baik melalui ekspor dan juga dampak langsung terhadap masyarakat petani.

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan Asep Asmara dalam webinar mengenai kelapa sawit yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu, menyebutkan nilai ekspor produk kelapa sawit meningkat pada masa pandemi di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019.

Nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai 21 miliar dollar AS, menyumbang 13,5 persen terhadap total ekspor nonmigas atau 12,86 persen dari total ekspor Indonesia. Sementara pada tahun 2019 nilai ekspor sawit sebesar 18,75 miliar dollar AS, menyumbang 12,03 persen terhadap total ekspor nonmigas atau 11,18 persen terhadap total ekspor Indonesia.


Baca juga: Airlangga sebut sawit proyek strategis nasional yang harus dijaga


Selain itu, Asep menyebut bahwa industri kelapa sawit juga menyerap 5,3 juta tenaga kerja. Sebanyak 21,2 juta petani dan keluarganya menggantungkan kehidupannya pada industri sawit berkat harga kelapa sawit yang stabil.

"Pihak Uni Eropa yang mengklaim industri sawit kita dari segi lingkungan dan kesehatan, nyatanya mampu memberikan sumber penghasilan bagi masyarakat," kata Asep.

Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia 14,72 juta hektar yang tersebar di 190 kabupaten. Oleh karena itu kelapa sawit mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.


Baca juga: Pemerintah akan beri kemudahan sertifikasi kelapa sawit

Dia menyebut 82 persen kebutuhan kelapa sawit global dipasok oleh Indonesia dan Malaysia. Dari jumlah tersebut, Indonesia merupakan produsen sekaligus pemasok kelapa sawit terbesar di dunia dengan 56 persen pasokan sawit global berasal dari Indonesia.

"Industri sawit konsisten menjadi penyumbang devisa negara baik sebelum, maupun saat pandemi berlangsung," ujarnya.

Baca juga: EU sebut Indonesia sukses ekspor lebih banyak minyak sawit pada 2020

Baca juga: Dana pungutan ekspor sawit pada 2021 diproyeksikan capai Rp45 triliun

Baca juga: Gapki prediksi ekspor minyak sawit tahun 2021 belum pulih