Kemendagri Gelar Rakornas Kelitbangan Tingkatkan Sinergitas Pusat-Daerah

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (BPP Kemendagri), menggelar Rakornas secara virtual Kelitbangan 2020, Rabu (13/5/2020). Rakor dilakukan dengan mengikuti protokol Covid-2019.

Rakornas dipimpin Plt. Kepala BPP Kemendagri Agus Fatoni. Rakornas diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari Kepala Badan Litbang, Kepala Bappeda, Kepala Bapelitbangda, Kepala Barenlitbang, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Inovasi Daerah, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, dan Organisasi Perangkat Daetah (OPD) provinsi, kabupaten/kota yang membidangi kelitbangan.

Fatoni menyampaikan, bahwa saat ini dunia sedang mengalami dua peristiwa besar yang mempengaruhi kehidupan manusia, yaitu masa revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19. Kedua peristiwa tersebut mempunyai dampak yang luas pada kehidupan manusia. Perubahan itu termasuk perubahan budaya, perubahan cara kerja dan perubahan berpemerintahan.

"Rakor hari ini termasuk akibat dari dua peristiwa tersebut. Kita harus mampu beradaptasi dengan dinamika dan perubahan yang terjadi," ujarnya.

Dia menyatakan, tujuan rakornas ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas pusat-daerah, dan membahas tugas-tugas kelitbangan dan isu aktual pemerintahan.

 

Optimalisasi Kelitbangan

"Rakor ini diharapkan dapat membangun soliditas dan sinergitas hubungan pusat-daerah, mencari solusi permasalahan aktual dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagai dasar dalam penetapan kegiatan prioritas litbang dan perumusan kebijakan pemerintahan dalam negeri," jelasnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Palua Barat Charlie Dianny Heatubun menyampaikan, dalam optimalisasi kelitbangan, perlu ada kerjasama yang luas, baik kerja sama dengan dalam negeri dan luar negeri.

"Perlu optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi litbang melalui pembentukan forum kelitbangan Indonesia yang beranggotakan pejabat struktural OPD yang membidangi litbang dan pejabat fungsional peneliti," jelasnya.