Kemendagri: Korpri akan Dibubarkan

  • Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    Merdeka.com
    Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    MERDEKA.COM. Wacana menaikkan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah membuat pengusaha transportasi rugi. Pasalnya, meski baru wacana, hal ini telah menaikkan harga penjualan komponen kendaraan.Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti, mengaku sangat keberatan jika pemerintah menyetujui kebijakan tersebut."Karena pembicaraan seperti itu akhirnya harga sparepart naik. Tapi ketika BBM-nya tidak jadi naik dan sparepart-nya tidak turun lagi, kalau ada gosip mau naik …

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    Merdeka.com
    Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    MERDEKA.COM. Dunia penerbangan di Indonesia dewasa ini semakin bertumbuh. Tetapi, pertumbuhan tersebut tidak dibarengi dengan jumlah tenaga penerbang yang unggul.Hal itu membuat Asia Aero Flying Club merasa prihatin. Untuk mengatasi masalah tersebut, AAFC kemudian mencoba menarik minta generasi muda untuk mengenal dan mencintai dunia kedirgantaraan sipil."Kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa general aviation bukanlah hal yang spesial," ujar Ketua AAFC Robert Cau di sela acara …

Medan (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni mengatakan, pemerintah akan membubarkan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) jika Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) selesai dibahas dan telah diberlakukan.

"Dengan diberlakukannya Undang-Undanga ASN, Korpri akan berubah menjadi Korps ASN," katanya usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) di Medan, Senin (25/6) malam.

Dengan diubahnya Korpri menjadi Korps ASN tersebut, organisasi yang baru itu akan menjadi satu-satunya instansi yang mewadahi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kemudian, seluruh PNS di lintas kementerian dan lembaga negara juga wajib menjadi anggota Korps ANS.

"Korps ASN akan menjadi satu-satunya organisasi aparatur sipil," kata Diah yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korpri itu.

Ketika dipertanyakan tentang waktu pelaksanaan pembubaran Korpri itu, Diah menyatakan, realisasinya sangat tergantung dari kemajuan pembahasan RUU tersebut.

"Namun, jika pemerintah dan legislatif sudah sepakat, semua diparaf, lalu dinaikkan ke Presiden," katanya.

Selain perubahan institusi Korpri, RUU yang sedang dibahas itu juga memuat sejumlah isu dan perubahan strategis di lingkungan pemerintahan dan PNS.

"Tujuannya hanya satu, yakni menunjang realisasi `good and clean goverment`(pemerintahan yang baik dan bersih)," kata Diah.

Ia menjelaskan, diantara isu yang dibahas dalam RUU tersebut adalah perubahan nama PNS menjadi ASN serta penghapusan pegawai honorer menjadi pegawai tidak tetap.

Kemudian, usia pensiun PNS juga diusulkan bertambah dari 56 tahun menjadi 58 tahun yang kemungkinan besar akan disetujui.

Pihaknya merasa bersyukur karena berbagai poin yang terkait upaya meningkatkan program layanan pemerintahan dalam RUU ASN tersebut telah mendapatkan titik temu.

Namun, masih ada poin yang masih belum disepakati, yakni tentang penggajian yang diharapkan dapat merata dan tidak diskriminasi.

Pemerataan tersebut perlu menjadi perhatian karena ada PNS di kementerian tertentu yang telah menerima remunerasi sejak lima tahun lalu meski telah keluar dari Korpri.

"Prinsipnya, sistem penggajian itu harus bisa menyejahterakan pegawai. Sumbernya, terserah Kementerian Keuangan," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...