Kemendagri: Tujuan Inovasi Daerah Sejahterakan Masyarakat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri terus mensosialisasikan penilaian Indeks Inovasi Daerah. Sosialisasi yang tujuannya supaya pemerintah daerah (pemda) melaporkan inovasi di daerah mereka masing - masing juga sebagai bentuk pertanggungjawaban karena telah diatur undang - undang.

Selain itu, sosialisasi ini juga turut memperkenalkan pembaruan dalam sistem Indeks Inovasi Daerah yang ujungnya diterima dan diamati oleh Menteri Dalam Negeri.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, tingkat partisipasi pemda dalam melaporkan inovasinya melalui sistem Indeks Inovasi Daerah dapat meningkat signifikan,” ujar Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni saat pembicara kunci dalam sosialisasi tersebut sekaligus Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021, secara virtual, Jumat 9 Juli 2021.

Kata Fatoni, setiap tahunnya, Kementerian melakukan pengukuran dan penilaian Indeksi Inovasi Daerah.

Tahun lalu saja, Kementerian yang dipimpin Tito Karnavian ini telah menjaring sedikitnya 17.779 inovasi dari 484 pemerintah daerah. Namun, dari data yang ada, masih terdapat 58 daerah berkategori tidak dapat dinilai (disclaimer).

Kategori ini didapat karena daerah tersebut tidak melaporkan inovasi daerahnya. Dirinya berharap, pada tahun ini seluruh pemda dapat melaporkan hasil inovasinya. Lantaran, hal tersebut diamantkan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 388 ayat (7).

“Kepala daerah melaporkan inovasi daerah yang akan dilaksanakan kepada Menteri Dalam Negeri,” tegas Fatoni.

Fatoni mengimbau daerah untuk tidak semata-mata hanya ingin mendapatkan penghargaan dalam melakukan inovasi. Namun yang terpenting adalah agar tercipta budaya kerja yang kreatif dan inovatif.

"Inovasi bukan tujuan, tapi cara meningkatkan kinerja daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, dan daya saing daerah," tutur Fatoni.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Matheos Tan, menjelaskan tahapan pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah tahun 2021. Pada tahap awal, daerah diminta melaporkan data inovasi dengan menginputnya pada Indeks Inovasi Daerah melalui situs https://indeks.inovasi.litbang.kemendagri.go.id/.

Tahapan itu kemudian berlanjut mulai memasukkan data yang akan dimulai pada Juni sampai dengan 13 Agustus 2021.

Selanjutnya data input akan divalidasi dan dilakukan pengukuran mandiri oleh pemda, untuk kemudian dikirimkan kepada Kemendagri untuk dilakukan pengukuran indeks. Pengukuran indeks sendiri akan menggunakan 36 indikator. Setelah dilakukan pengukuran, maka akan menghasilkan ranking Indeks Inovasi Daerah di tiap kluster provinsi, kabupaten, kota, daerah tertinggal, daerah perbatasan, Papua dan Papua Barat.

“Tahun ini kami mengajak pihak eksternal yang independen untuk melakukan quality control. Upaya ini kami lakukan agar menghasilkan pengukuran dan penilaian inovasi yang transparan dan akuntabel,” ujar Theo.

Baca juga: 5 Kapal Sitaan Kasus Korupsi Asabri Dilelang, Laku Rp27 Miliar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel