Kemendikbud: Kebudayaan jadi solusi kendala pembangunan berkelanjutan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan bahwa kebudayaan dapat menjadi solusi atas berbagai kendala kehidupan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Sejatinya memang kemajuan kebudayaan sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017, bisa kita lakukan, bisa kita wujudkan apabila dilakukan secara bersama sama dan bergotong-royong,” kata Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan dari Kemendibudristek Judi Wahjudin dalam Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Komite Seni Budaya Nusantara di Jakarta, Jumat.

Judi menuturkan salah satu isu yang dibahas dalam Presidensi G20 saat ini adalah upaya mendorong kebudayaan untuk memberikan kontribusi terhadap permasalahan baik dalam aspek pekerjaan, kehidupan maupun sosial ekonomi dalam masyarakat.

Sebagai contoh yang dirinya berikan yakni pandemi COVID-19 telah membawa kebiasaan lama dan penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam masyarakat. Pada saat memasuki pandemi, banyak orang kembali meyakini minuman tradisional seperti jamu dapat menjaga kesehatan tubuh.

Peran lain yang budaya mainkan selama masa pandemi adalah banyak media atau tempat fasilitas publik, menyediakan banyak bacaan kisah-kisah sejarah atau melantunkan alunan musik tradisional sebagai hiburan masyarakat.

Hal itu, kata Judi, memberikan gambaran jelas bahwa kebudayaan dapat dikolaborasikan dengan berbagai sumber daya yang ada pada suatu bangsa. Tidak hanya dijadikan sebagai edukasi ataupun perlindungan atas berdirinya suatu bangsa saja.

Kebudayaan juga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan dengan dipimpin oleh generasi penerus bangsa yang kaya akan pengetahuan dan mencintai berbagai peninggalan bangsanya dari bentuk lisan hingga benda.

“Insya Allah karena DNA bangsa Indonesia adalah kebudayaan, ini juga selalu disampaikan oleh Bapak Presiden kita. Tinggal bagaimana kita mengkolaborasikannya dengan sumber-sumber daya tersebut,” ucap Judi.

Judi turut meyakini jika keberadaan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) dari awal pendiriannya visi dan misinya, menjunjung tinggi kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak untuk membangun bangsa melalui keindahan kebudayaan dan nilai luhur bangsa Indonesia.

Ia bahkan memberikan apresiasi pada anggota KSBN yang dikukuhkan sebagai Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2022-2027. Ia berharap penyebaran budaya yang dilakukan oleh KSBN dapat lebih diperkuat dan ditingkatkan, sehingga dapat menjadi contoh pembangunan keberlanjutan melalui budaya sampai ke kancah internasional.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi dibentuknya DPP KSBN. Kami sampaikan selamat untuk anggota yang bertugas dari tahun 2022 sampai dengan 2027. Mudah-mudahan keberadaan KSBN ini bisa memperkuat ekosistem kebudayaan,” katanya.

Baca juga: Kemenko: Pemuda berperan strategis dalam pemajuan kebudayaan
Baca juga: Kemendikbudristek : jaga minat kebudayaan lewat teknologi digital