Kemendikbud Ristek: Tembok Bekas Keraton Kartasura Bagian dari Situs Cagar Budaya

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyatakan bahwa tembok Baluwarti bekas Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan bagian situs cagar budaya sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Tembok itu dijebol warga setelah membeli lahan kawasan tersebut untuk dibangun indekos.

"Langkah pertama soal kebijakan menetapkan BCB terlebih dahulu dan sekarang sudah merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) terkait tembok bekas keraton, berarti Undang Undang RI No 11/ 2010 tentang Cagar Budaya sudah berlaku," kata Dirjen Kemendikbud Ristek Hilmar Farid dalam kunjungan kerja di lokasi perusakan tembok bekas Keraton Kartasura Sukoharjo, Minggu (24/4).

Hilman didampingi Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Sukronedi saat melihat kondisi tembok bekas Keraton Kartasura tersebut.

"Jadi yang paling penting dengan adanya UU ini. Saya sudah koordinasi dengan Bupati Sukoharjo, teman-teman dari BPCB, dan tim ahli, langkah yang konkret ini, berhenti dulu kegiatan aktivitas di lokasi," kata Hilmar.

Selain itu, kata Hilman, Kemendikbud Ristek mendengar soal kajian dari tim ahli cagar budaya mengenai seluruh situs sudah selesai dan nanti diserahkan ke Bupati. Harapannya tidak terlalu lama untuk melakukan langkah selanjutnya, karena penetapan dilakukan pemerintah sudah beres, namun, harus diikuti rencana selanjutnya ke depan.

Oleh sebab itu, Hilman memohon bantuan banyak komunitas yang hadir harus bersama-sama terkait penetapan dilakukan pemerintah sudah beres. Jika ke bawah nanti ada rencana dilakukan pemugaran tentunya akan dibicarakan secara detail.

"Namun, langkah yang tidak kalah penting melihat peristiwa ini, masyarakat perlu dibantu diberi pemahaman. Mereka hidup di dalam satu wilayah yang ada cagar budaya," kata Hilmar, dikutip Antara.

Bahkan, kata dia, jika misalnya masyarakat akan membangun harus mengecek dengan Bupati sebagai pemilik wilayah dan dibantu tim ahli cagar budaya. Pihaknya juga tidak akan menghalangi orang yang ingin membangun namun akan dicari cara jalan keluarnya.

Pertemuan dengan Pelbagai Pihak

Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan semua pihak yang memiliki kepentingan. Pemerintah Pusat, Provinsi, daerah dan semua pihak yang berkepentingan. Karena, hal ini, tidak bisa dilakukan sendirian harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kita masih bersyukur perusakan tembok situs keraton belum terlalu jauh. Saya juga berbicara dengan BPCB jika dilakukan restorasi bagaimana karena tembok situs peninggalan Keraton Kartasura masih mungkin bisa dikembalikan," katanya.

Dia mengatakan, nanti usai Lebaran sekitar bulan Mei akan ada pertemuan baik dari Pemkab, Pemprov Jateng dan pusat lengkap akan membuat regulasi-regulasi terkait tembok bekas Keraton Kartasura di Sukoharjo.

Sementara Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Pemkab Sukoharjo akan melihat regulasi terlebih dahulu dari Pusat. Jika rekomendasi dari pusat turun baru bisa melangkah apa yang harus dilakukan selanjutnya.

"Kami belum bisa memberikan keputusan sekarang. Pemkab Sukoharjo memang belum ada anggaran khusus untuk pemeliharaan BCB itu, tetapi hanya untuk kebersihan lingkungan saja," kata Etik. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel