Kemendikbud Usut Kematian Siswa Saat MOS

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim akan memerintahkan Dinas Pendidikan Yogyakarta untuk menelusuri penyebab meninggalnya seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan 1 Pandak Bantul pada Masa Orientasi Sekolah. Satu tim dari Inspektorat Jenderal turut disiapkan untuk mengusut kejadian ini.

"Jika ada unsur kekerasan, kami akan usut," kata Musliar saat dihubungi, Minggu, 21 Juli 2013.

Kemendikbud, kata Musliar, juga akan memeriksa pelaksanaan MOS di sekolah tersebut. Sebab, sejak tahun lalu, menurut Musliar, Kementerian sudah membuat surat edaran yang melarang sekolah untuk menyerahkan pelaksanaan MOS secara penuh ke peserta didik.

Dalam surat edaran tersebut, dia melanjutkan, panitia pelaksanaan MOS harus dijabat oleh guru atau kepala sekolah. Ketika siswa senior memberi materi kepada juniornya, sekolah harus menyertakan guru pendamping. "Siswa senior belum bisa menangani MOS sepenuhnya," kata dia.

Jika dalam pelaksanaannya, sekolah terbukti menyerahkan pelaksanaan MOS secara penuh ke siswa senior, maka akan dikenakan sanksi kedisiplinan. Apabila ditemukan tindak kekeraasn, sanksi hukum akan dikenakan. "Kalau kekerasan, kan, sudah urusan polisi, bisa divisum," kata Musliar.

Siswi baru SMKN 1 Pandak Bantul, Anindya Ayu Puspita, dikabarkan meninggal saat mengikuti kegiatan MOS pada Jumat lalu. Menurut Dion, siswa senior yang menjadi panitia MOS, hari itu merupakan penutupan kegiatan MOS. "Ada latihan baris berbaris pada Jumat sore," ujar dia.

Anindya menghadiri penutupan MOS tanpa mengenakan seragam olahraga seperti yang diperintahkan panitia. Siswi itupun dihukum melakukan squat jump sebanyak sepuluh kali. Usai menjalani hukuman itu, ia merasa kelelahan.

Meski sudah mengeluh tak kuat, panitia MOS memerintahkan Anindya masuk barisan. Tak disangka, remaja 16 tahun asal Dusun Daleman, Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, itu pingsan.

Panitia MOS dan guru olah raga membawa Anindya ke Puskesman Pandak, Bantul. Namun, dokter puskesmas meminta Anindya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul saja. Malang, begitu sampai ke RS PKU Muhammadiyah Bantul dan menjalani pemeriksaan beberapa menit, nyawa Anindya tidak tertolong.

TRI ARTINING PUTRI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.