Kemendikbudristek bawa laskar rempah ke Ternate

Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membawa Laskar Rempah sebanyak 149 orang perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia untuk mengenal budaya dan rempah asal Ternate.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilman Farid di Ternate, Selasa, mengatakan, sebanyak 149 orang ini akan diperkenalkan budaya Ternate sebagai salah satu kota rempah di Indonesia.

Para peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 atau Laskar Rempah merupakan pemuda-pemudi yang dipilih dari 34 provinsi di Indonesia yang berjumlah 149 orang, yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu pertama Kelompok Lada (35 orang) dengan rute pelayaran Surabaya-Makassar.

​​​​Kedua Kelompok Cengkeh (37 orang) dengan rute pelayaran Makassar-Baubau-Buton-Ternate dan Tidore. Ketiga Kelompok Pala (37 orang) dengan rute pelayaran Temate-Tidore-Banda Neira-Kupang dan terakhir Kelompok Cendana (38 orang) dengan rute pelayaran Kupang-Surabaya.

Baca juga: KRI Dewaruci bersama 37 laskar rempah tinggalkan Baubau menuju Ternate

Baca juga: Kemendikbudristek usul Jalur Rempah sebagai warisan budaya pada 2024

Hilman mengatakan, melalui program Muhibah Budaya Jalur Rempah ini diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antardaerah sehingga menimbulkan semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan dan memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional, serta inisiasi berbagai program dan aktifitas terkait Jalur Rempah di daerahnya masing-masing sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.

KRI Dewaruci membawa Laskar rempah sebanyak 149 orang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia untuk perkenalkan budaya dan rempah asal Ternate ANTARA/Abdul Fatah
KRI Dewaruci membawa Laskar rempah sebanyak 149 orang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia untuk perkenalkan budaya dan rempah asal Ternate ANTARA/Abdul Fatah


Selain itu, selama di Ternate dan Tidore, Laskar Rempah akan napak tilas kejayaan rempah dengan mengunjungi situs-situs cagar budaya, mempelajari karakteristik rempah-rempah dan budaya setempat, serta mengunjungi Perkebunan Cengkeh dan Pala.

Laskar Rempah dijadwalkan akan melanjutkan pelayaran tanggal 15 Juni 2022 menuju Tidore, dan melanjutkan pelayaran ke Banda Neira pada 16 Juni 2022 dari Tidore.

Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 ini juga bertujuan sebagai upaya diplomasi budaya dan menguatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia serta keinginan untuk melihat narasi sejarah peradaban rempah dari geladak kapal Indonesia sendiri.

Dia menyebut, saat ini pemerintah sedang berupaya mengajukan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di tahun 2024 mendatang.

Dia menyebut, Muhibah Budaya Jalur Rempah dimulai dari 1 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022 dengan menggunakan kapal legendaris KRI Dewaruci milik TNI AL.

Kegiatan ini menyusuri enam titik Jalur Rempah yakni Surabaya, Makassar, Baubau dan Buton, Ternate dan Tidore, Banda Neira, dan Kupang serta dijadwalkan kembali ke Surabaya pada 2 Juli 2022.

Baca juga: Jalur Rempah upaya ubah paradigma masyarakat

Baca juga: Warga antusias kunjungi KRI Dewaruci saat sandar di Pelabuhan Baubau

Baca juga: Pemkab Gowa sambut baik program muhibah budaya jalur rempah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel