Kemendikbudristek dokumentasikan momen G20 CMM dengan prangko

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendokumentasikan momen bersejarah Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang kebudayaan dengan menerbitkan prangko dan sampul peringatan G20 Culture Ministers Meeting (G20 CMM).

Penerbitan prangko dan sampul peringatan G20 CMM, yang dilakukan Kemendikbudristek bersama dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ditandatangani oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Magelang, Jawa Tengah, Selasa.

Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Kebudayaan diselenggarakan di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa.

Baca juga: Indonesia dinilai sukses pimpin diplomasi budaya untuk bumi lestari

Mendikbudristek Nadiem menjelaskan bahwa prangko tersebut merupakan bentuk lain untuk mendokumentasikan momen bersejarah Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Kebudayaan.

"Prangko dan sampul peringatan ini merupakan salah satu produk resmi negara untuk mempromosikan budaya maupun kekayaan alam Indonesia ke publik internasional," ujarnya.

Alit Ambara, seniman asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan sosok yang merancang desain prangko dan sampul peringatan G20 CMM.

Desain tersebut mengandung makna pentingnya pelestarian dan pengembangan lingkungan secara berkelanjutan melalui jalan kebudayaan sebagai tanggung jawab. Bertajuk "Borobudur Glitch”, Borobudur diilustrasikan sebagai sumber ketenangan dunia.

Baca juga: Akademisi Unsoed: CMM G20 ajang kenalkan keberagaman budaya Indonesia

“Perkembangan pengetahuan dan kemajuan teknologi saat ini seharusnya tidak serta merta menghilangkan nilai-nilai kebudayaan seperti gotong royong, tetapi dapat dikombinasikan menjadi dasar yang kokoh untuk menopang kehidupan yang lebih baik,” ujar Nadiem.

Merujuk pada tema "Kebudayaan untuk Kehidupan Berkelanjutan" (Culture for Sustainable Living), prangko tersebut menjadi pengingat akan banyaknya perubahan yang menggerus kebudayaan masyarakat.

Oleh karena itu, terbitnya prangko tersebut diharapkan mampu menguatkan komitmen pelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Untuk terus menguatkan posisi budaya sebagai fondasi kehidupan dan mempromosikan Candi Borobudur ke seluruh dunia, prangko dan Sampul Peringatan Culture Ministers Meeting G20 “Borobudur Glitch” diberikan sebagai cendera mata untuk para delegasi G20 yang telah hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Kebudayaan.

Baca juga: Kemendikbudristek galang komitmen pulihkan sektor seni, kebudayaan

"Dengan diterbitkannya Sampul Peringatan G20 CMM 'Borobudur Glitch', kami berharap dapat memimpin dan menginspirasi lahirnya inisiatif baru untuk membangun masa depan yang berkelanjutan," ucap Nadiem.