Kemendikbudristek dorong prodi terakreditasi internasional

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong program studi di perguruan tinggi di Tanah Air terakreditasi internasional.

“Kami mendorong semakin banyak program studi yang memiliki akreditasi internasional,” ujar Pelaksana Tugas Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam dalam sarasehan Persatuan Insinyur Indonesia (PII)/Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) di Jakarta, Rabu.

Dia menyambut baik PII/IABEE diterima sebagai signatory pada Washington Accord, yang merupakan perjanjian internasional lembaga-lembaga penyelenggara akreditasi program studi sarjana bidang keteknikan. IABEE badan tetap PII yang melaksanakan akreditasi program studi berlevel internasional.

Dengan demikian, lanjut Nizam, dapat membantu lulusan program studi yang mendapatkan akreditasi internasional dari IABEE itu untuk dapat berkancah di level internasional.

Baca juga: Kemendikbudristek terbitkan 27 SK pembukaan prodi D-2 Jalur Cepat

Selain itu, lanjut dia, akreditasi IABEE tersebut lebih terjangkau biayanya dibandingkan dengan mendatangkan asesor dari luar negeri.

“Selain IABEE, di bidang kesehatan LAM-PTKes juga sudah diakui dunia internasional dan sudah melakukan akreditasi di sejumlah kampus di luar negeri,” terang Nizam.

Ketua Komite Internasional IABEE Muhammad Romli mengatakan akreditasi tersebut bersifat sukarela.

Syarat utama untuk mendapatkan akreditasi internasional itu, kata dia, telah menerapkan outcome based dalam pembelajaran.

Program studi yang berhasil terakreditasi IABEE (tipe General Accreditation) dapat disetarakan dengan akreditasi nasional berperingkat “Unggul” sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Program studi terakreditasi IABEE yang memelihara status akreditasinya secara terus- menerus dibebaskan dari kewajiban re-akreditasi nasional, yang dilaksanakan oleh LAM Teknik (dahulu BAN-PT).

Baca juga: Tujuh Prodi di Unand peroleh akreditasi internasional FIBAA
Baca juga: Dua prodi S1 Unhas peroleh akreditasi internasional ASIIN
Baca juga: Prodi Kedokteran UBT dapat dukungan dari Konsili Kedokteran Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel