Kemendikbudristek dorong satuan pendidikan vokasi lakukan inovasi

·Bacaan 3 menit

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong satuan pendidikan vokasi untuk melakukan inovasi.

"Salah satunya dengan menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri yang menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan siap bersaing di industri global," ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Inovasi dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Persada, Salatiga melakukan kolaborasi dengan perusahaan D Tech Enggineering menyelenggarakan proyek edukasi berkelanjutan (sustainable education project).

Melalui program itu,siswa lulusan SMK dapat belajar melanjutkan studi Diploma 3 (D-3) dan sekaligus menjalankan usaha produksi mesin.

"Seperti inilah yang saya inginkan. Saya ingin di kampus-kampus vokasi ada lokakarya (workshop) seperti ini, anak-anak betul-betul belajar dalam menjalankan bisnis,” tambah dia.

​​​​​Yayasan Nusa Persada bersama dengan D Tech Engineering telah membina beberapa lulusan pendidikan vokasi untuk belajar sekaligus berkarya melalui program Sustainable Education Project.

"Ini adalah sebuah program yang sama-sama menguntungkan (win-win solution), di mana lulusan SMK belajar melanjutkan studi D3 sekaligus menjalankan usaha produksi mesin CNC dan suku cadang (spareparts) sepeda motor,” ujar Wikan.

Baca juga: Kemendikbudristek beri penghargaan industri yang berjasa pada vokasi

Baca juga: Ditjen Diksi resmikan pengiriman mesin bubut buatan SMK St. Mikael

Wikan mengaku bangga dan terkejut dengan adanya silicon valley yakni sebutan yang dikenal di luar negeri sebagai lokasi dengan laju perkembangan teknologi yang pesat.

“Seharusnya politeknik-politeknik negeri di Indonesia seperti ini. Inilah yang dinamakan kemitraan yang positif, tahun depan saya akan coba menyesuaikan kembali program dana padanan (matching fund) agar bisa digunakan untuk program semacam ini,” tambahnya.

Dirjen Wikan mengapresiasi komitmen dan dukungan perusahaan D Tech Engineering terhadap pembinaan pendidikan vokasi yang telah dilakukan di 15 SMK. Untuk itu, Wikan berencana akan mengajak seluruh Direktur Politeknik untuk studi banding di Akademi Teknik Wacana Manunggal, agar dapat melihat program kemitraan yang telah dijalankan antara D Tech Engineering dan Akademi Teknik Wacana Manunggal.

Pendiri perusahaan D Tech Enggineering, Arfian Fuadi menuturkan program itu sebagai salah satu cita-cita yang dibangun perusahaannya untuk dapat mengangkat semangat anak bangsa dalam menciptakan inovasi-inovasi terbaru.

Ia mengisahkan bahwa pada awal, perusahaannya murni melayani pesanan dari luar negeri, namun mulai tahun 2018 ia lebih menaruh perhatian kepada Indonesia.

“Kami prihatin manakala pada tahun yang sama kami melihat Indeks Paten Indonesia yang hanya berjumlah 21, sedangkan yang kami setor untuk US PTO (United States Patent and Trademark Office’s) berjumlah 25. Kami kaget dan ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia,” ungkap Arfian.

Arfian menyampaikan setiap tahun perusahaannya melatih kurang lebih 500 orang yang terdiri dari guru serta peserta didik.

“Kami terbuka, saat ini ada 15 SMK yang kami latih dan masih ada lagi di luar ini,” jelas Arfian.

Baca juga: PLN raih penghargaan Kemendikbudristek atas program vokasi

Baca juga: Pupuk Kaltim raih penghargaan DUDI Awards, dukung pendidikan vokasi

Sementara itu, Direktur Operasional Yayasan Nusa Persada, Sumiyanto menuturkan para mahasiswa lulusan SMK Nusa Persada dapat membiayai kuliahnya melalui bisnis yang sedang dijalankan.

“Anak-anak di Akademi Teknik Wacana Manunggal ini kami sediakan mesin CNC, untuk kemudian mendesain produknya sendiri yang kemudian dijual,” kata Sumiyanto.

Selain itu, juga memiliki bidang market analysis, designer, operator dan pemasar yang akan menaruh produk di pasar daring (marketplace) untuk dijual.

"Jadi mereka membiayai kuliahnya melalui bisnis yang mereka jalankan dan mendapat gaji,” imbuh Sumiyanto.

Baca juga: Dirjen Vokasi minta LKP "link and match" dengan dunia industri

Baca juga: Menaker: Pelatihan vokasi penting untuk pemanfaatan bonus demografi

Baca juga: Kemendikbudristek: Riset program vokasi harus hasilkan produk nyata

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel