Kemendikbudristek: Dua wilayah Bengkulu terapkan kurikulum prototipe

·Bacaan 1 menit

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan ada dua wilayah di Provinsi Bengkulu yang menerapkan Kurikulum Prototipe (KP), yaitu Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Selain itu, untuk di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, ujar Plt Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek Supriyatno di Bengkulu, Selasa untuk segera melakukan penyesuaian dalam penerapan Kurikulum Prototipe (KP) yang rencanakan Kemendikbudristek.

"Kurikulum prototipe baru saja diperkenalkan, dan keberadaan kurikulum ini untuk mengurangi lolosnya proses pembelajaran akibat pandemi COVID-19," kata Supriyatno.

Sebab, selama pandemi COVID-19 atau sekitar 2 tahun lebih telah memberikan dampak yang besar terhadap sektor pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Legislator dorong Kurikulum Prototipe miliki dasar hukum kuat

Baca juga: Kemendikbudristek sosialisasikan kurikulum prototipe di Banten

Kata dia, dengan adanya kurikulum prototipe tersebut diharapkan dapat mengurangi kehilangan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan dan upaya dalam melakukan perbaikan pembelajaran.

Meskipun saat ini baru dua kabupaten yang menerapkan kurikulum tersebut, pihaknya menargetkan ada tiga Kabupaten atau Kota yang dapat menerapkan kurikulum prototipe.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu bahwa sejak dilakukannya pembelajaran daring menyebabkan kualitas pendidikan menurun.

"Karena hasil survei membuktikan bahwa belajar via daring itu anak-anak hanya mampu menyerap materi pendidikan 3 persen, sehingga untuk mengejar kembali ketertinggalan, memang diperlukan metode pemulihan seperti kurikulum prototipe yang akan diterapkan," ujar Eri Yulian Hidayat.

Kemudian, anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati menuturkan jika dalam kurikulum prototipe merupakan penyederhanaan mata pelajaran sehingga dapat memberikan nilai positif terhadap kualitas pendidikan.

Dalam penyederhanaan tidak menghilangkan esensial sebuah pengetahuan bagi peserta didik pada satuan pendidikan.

"Konsep penyederhanaannya bukan berarti menghilangkan tetapi menggabungkan ilmu pengetahuan," terangnya.

Baca juga: Kesadaran lingkungan ada dalam Kurikulum Prototipe

Baca juga: P2G apresiasi Kemendikbudristek buka ruang untuk kurikulum prototipe

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel