Kemendikbudristek Kejar Target Vaksinasi Covid-19 untuk Guru

·Bacaan 1 menit
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada guru di dalam ruang kelas SDIT Al Muhajirin, Depok, Selasa (18/5/2021). Sebanyak 2.000 guru di wilayah Depok divaksinasi dalam rangka persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru Juli mendatang. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Dirjen Pauddasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan, pihaknya mengejar target vaksinasi Covid-19 untuk guru dan tenaga kependidikan.

Diketahui, awalnya direncanakan bisa selesai akhir Agustus kemarin.

"Jadi kita memang mengejar. Insya Allah kita masih bisa mencapai target kita," kata dia, dalam keterangan tulis, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Jumeri, saat ini, vaksinasi Covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan dosis pertama mencapai 60 persen atau dari 5,5 juta guru sudah 3,4 juta orang yang divaksinasi.

"Sedangkan untuk dosis kedua sudah sebanyak 40 persen dari jumlah guru," jelas dia.

Melibatkan Perguruan Tinggi

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, demi mempercepat proses vaksinasi kepada para pendidik, pihaknya bakal melibatkan sumber daya dari perguruan tinggi (PT). Utamanya dari sejumlah Fakultas Kesehatan.

"Untuk akselerasi Kemendikbudristek akan jadi salah satu operator vaksinasi. Kami merasa ini Kemendikbudristek bertanggung jawab untuk vaksinasi semua guru-guru ini, tanpa ini kita tidak bisa melaksanakan tatap muka (pembelajaran secara tatap muka)," kata dia.

Mantan Bos Gojek Indonesia itu mengatakan, akan ada 13 ribu tenaga dari PT untuk membantu mempercepat proses vaksinasi terhadap para guru di seluruh Tanah Air.

"Dari Fakultas Kesehatan negeri (perguruan tinggi negeri) 28 fakultas terlibat, dari Fakultas Kesehatan swasta ada 21 yang terlibat, ada dari RS pendidikan. Ini semua vaksinator yang akan kita gunakan, kita kerahkan khusus mengakselerasi guru," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel