Kemendikbudristek: Kemah Budaya bagian dari pemajuan kebudayaan

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Judi Wahjudin mengatakan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) merupakan bagian dari pemajuan kebudayaan.

“KBKM sendiri merupakan amanah dari Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, yang mana diperlukan partisipasi publik. Generasi muda yang memiliki potensi yang luar biasa, sangat berperan dalam pemajuan kebudayaan ini,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Melalui program KBKM tersebut, akan melahirkan banyak talenta muda berbakat yang memiliki inovasi dan kreativitas pada bidang kebudayaan. KBKM memberikan ruang bagi generasi muda berusia 18 hingga 25 tahun untuk berpartisipasi aktif memajukan kebudayaan.

“Kami membuka peluang bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk turut terlibat memajukan kebudayaan. Sejatinya setiap orang memiliki minat pada bidang kebudayaan, karena produk manusia itu sendiri adalah kebudayaan,” kata dia.

Baca juga: KBKM 2021 angkat potensi desa ke panggung dunia

Ia mengatakan KBKM telah diselenggarakan sejak 2019 dan memasuki tahun keempat pada tahun ini. Melalui KBKM tersebut, generasi muda diminta melakukan eksplorasi kearifan lokal yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan dapat melahirkan inovasi berupa aplikasi dan purwarupa. Saya lihat dari tahun-tahun sebelumnya, produk yang dihasilkan luar biasa. Banyak inovasi lahir yang mengangkat potensi desa dan kearifan lokal,” kata dia.

Dia memberi contoh bagaimana inovasi kantong plastik ramah lingkungan lahir dari program KBKM tersebut. Kantong plastik tersebut terbuat dari ubi yang dapat dengan mudah didaur ulang sehingga tidak mencemari lingkungan.

“Ke depan, diharapkan akan lahir beragam inovasi berbasiskan kearifan lokal yang lahir dari KBKM ini,” kata Judi.

Baca juga: Kemah Budaya Kaum Muda 2021 angkat inovasi untuk pemajuan desa
Baca juga: Kemah budaya kaum muda batu pijakan pemajuan kebudayaan