Kemendikbudristek luncurkan Program Semangat Guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali meluncurkan Program Semangat Guru Dua: Kompetensi Nonteknis Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka.

“Program ini merupakan seri pembelajaran virtual untuk melatih kompetensi nonteknis guru dalam mendukung metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa, sesuai dengan Kurikulum Merdeka,” ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Program Semangat Guru pertama diluncurkan pada Juni 2021.

Iwan menjelaskan program itu merupakan salah satu bukti dari kesuksesan kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah dengan swasta.

“Kolaborasi dan kerja sama ini dapat terealisasi tentu karena Kemendikbudristek dan HP Indonesia percaya bahwa perkembangan dan kemajuan generasi Indonesia masa depan, salah satunya adalah dengan mendorong transformasi digital,” kata dia.

Baca juga: Kemendikbudristek gandeng swasta dalam penguatan kompetensi guru

Baca juga: Pemda dukung penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Penggerak

Lebih lanjut disampaikan Iwan, sejak tahun 2005, HP telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui program Semangat Guru episode pertama yang diluncurkan tahun lalu.

“Dari data yang kami terima, program Semangat Guru telah membantu meningkatkan kemampuan hampir 160 ribu guru,” ujar Iwan.

Selain itu, HP juga telah bekerja sama dalam menghadirkan Transformasi Pembelajaran Inovatif (TPI) di sekolah-sekolah. “Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada HP untuk kolaborasi dan kerja sama yang berharga ini,” imbuh Iwan.

TPI merupakan sebuah framework untuk mentransformasi sekolah agar siap menyambut abad ke-21.

Framework ini mendukung sekolah di Indonesia dengan sistem belajar dan mengajar yang modern dan efektif, tanpa melupakan perkembangan 6C (Creativity, Collaboration, Communication, Compassion, Critical Thinking, dan Computational Logic).

Dirjen Iwan mengimbau kepada para guru agar dapat memanfaatkan Program Semangat Guru Dua sebagai media pembelajaran untuk mengembangkan diri.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Ditjen GTK, Santi Ambarukmi mengungkapkan bahwa Program Semangat Guru Dua bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dan pelatihan kepada para guru di Indonesia dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

“Harapan kami dari program ini ada tiga, yaitu mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk memahami beberapa kemampuan nonteknis yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Selanjutnya, mengajak guru dan tenaga kependidikan agar mengetahui penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, serta mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk berkolaborasi dan saling menginspirasi,” ujar Santi.


Baca juga: Kemendikbudristek: siswaPTM harus utamakan keselamatan guru dan siswa


Baca juga: LPTK diharapkan hasilkan guru dengan semangat memerdekakan siswa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel