Kemendikbudristek sebut akan kurangi beban administrasi dosen

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Nizam mengatakan pihaknya akan mengurangi beban administrasi dosen melalui pengintegrasian aplikasi yang ada.

“Sejak saya diamanahi menjadi Dirjen Diktiristek, saya lihat memang ada 72 aplikasi sistem informasi. Banyak sekali dan selama dua tahun ini, kami coba integrasikan. Ini merupakan salah satu langkah utama yang kita lakukan agar seminimal mungkin proses permintaan data dari dosen, perguruan tinggi, dan sebagainya,” ujar Nizam di Jakarta, Rabu.

Saat ini, dari 72 aplikasi yang ada sebelumnya diintegrasikan dan menjadi 20 aplikasi, yang mana masing-masing aplikasi terhubung dan dapat saling berbagi data.

“Misalnya, dalam kenaikan pangkat bisa diintegrasikan dengan sistem. Kemudian dengan SINTA. Cukup dengan satu sistem informasi sudah otomatis terkumpul di dalam sistem informasi untuk karir dosen,” terang dia.

Baca juga: Pemerintah terbitkan pedoman baru perihal beban kerja dosen
Baca juga: LLDIKTI-X imbau pimpinan PTS kontrol pelaksanaan penelitian dosen

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan terus berbenah dan melakukan pengembangan. Kenaikan pangkat dosen bisa dilakukan secara semi otomatis.

“Jadi, kalau sudah berkarya, sudah berprestasi, akumulasi dari nilai itu, kalau sudah mencapai syarat-syaratnya, diingatkan pada dosennya, waktunya bapak ibu naik pangkat,” terang dia.

Kemudian, perguruan tinggi mengusulkan dan diproses Kemendikbudristek. Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan sedikit mungkin beban administrasi yang harus dilakukan oleh dosen dan seefisien mungkin proses-proses layanan di Diktiristek.

Baca juga: Menristek Dikti: 32 ribu dosen belum berstandar
Baca juga: LL Dikti : dari 9.000 dosen PTS baru 2.000 berstatus doktor
Baca juga: Ditjen Dikti selenggarakan pelatihan pembelajaran daring untuk dosen