Kemendikbudristek sebut pembahasan RUU Sisdiknas tidak terburu-buru

Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo memastikan pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tidak terburu-buru.

“Proses pembahasan RUU ini sebenarnya masih dalam tahap perencanaan, karena belum masuk ke dalam Prolegnas prioritas. Kekhawatiran beberapa pihak ini terburu-buru dan akan segera disahkan tanpa melibatkan partisipasi publik, kami pastikan tidak akan terjadi,” ujar Anindito di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan Kemendikbudristek telah membuat laman resmi terkait RUU Sisdiknas tersebut. Saat ini, sudah ada 1.500 masukan yang ada di laman tersebut. Masukan tersebut, lanjut dia, secara periodik dibahas secara bersama-sama.

“Hal ini menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan di tahap selanjutnya, kalau nanti sudah disetujui DPR, maka kita akan bahas dengan Komisi X. Proses itu juga berlangsung cukup panjang. Jadi jangan khawatir prosesnya akan dipercepat,” terang dia.

Anindito tak menampik berharap proses pembahasan RUU bisa berjalan dengan lancar. Akan tetapi bukan berarti dibahas tahun ini dan selesai pada tahun ini.

“Tidak menutup kemungkinan, proses pembahasannya berlangsung sampai tahun depan,” kata dia lagi.

Intinya, lanjut dia, pihaknya menjamin komitmen pelaksanaan pembahasan RUU tersebut diselenggarakan secara terbuka dan partisipatif.
Baca juga: Mendikbudristek: RUU Sisdiknas jawaban keluhan banyak guru
Baca juga: Nadiem: Pemerintah transparan dan libatkan publik dalam RUU Sisdiknas
Baca juga: Komisi X DPR belum terima draf RUU Sisdiknas