Kemenhan Bahas Kerja Sama dengan Produsen Jet Tempur Rafale

Lis Yuliawati, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Direktorat Jenderal Potensi Keamanan Kementerian Pertahanan telah menerima kunjungan dari pihak perusahaan pesawat tempur asal Prancis, Dassault Aviation pada Kamis lalu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sempat membicarakan kerja sama akuisisi pesawat jet tempur multi role Rafale.

Berdasarkan keterangan dari laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dalam pertemuan tersebut, Kemenhan diwakili oleh Dirjen Pothan Mayjen TNI Dadang Hedrayudha, didampingi Dirtekindhan Laksma TNI Sri Yanto.

Sementara pihak Dassault Aviation diwakili oleh Vice President Business Development Jean Claude Piccirillo, dan Vice President Offset Dassault Michael Paskoff

"Ditjen Pothan menyambut baik kedatangan tim Dassault dalam rangka kerja sama akuisisi pesawat tempur multi role Rafale produksi Dassault Prancis," kata Dadang Hedrayudha kepada awak media, Sabtu, 13 Februari 2021.

Dadang mengatakan, pertemuan itu merupakan perkenalan dengan perusahaan Dassault Aviation Prancis. Kemenhan berharap kerja sama pertahanan Prancis dan Indonesia bisa memberikan dampak positif, terutama bagi industri pertahanan dalam negeri.

"Semua pihak berharap pembahasan Ofset pengadaan pesawat Rafale ini berjalan dalam suasana penuh kekeluargaan dan memberikan kemajuan di kedua pihak, serta segera dapat diwujudkan," kata Dadang.

Kabar pembelian jet tempur Rafale sempat menguat seusai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke Prancis pada 21 Oktober 2020 lalu.

Prabowo menunjukkan ketertarikannya terhadap jet tempur tersebut. Dia bahkan ingin segera menyelesaikan kesepakatan pembelian 48 unit Rafale.

Jet tempur Rafale adalah pesawat serba guna untuk penerbangan tempur. Pesawat ini bisa beroperasi dari kapal induk dan pangkalan pantai. Rafale juga mampu memberikan dukungan udara jarak dekat, serangan mendalam, pengintaian, serangan anti kapal, dan pencegahan nuklir.

Baca juga: Kemenhub: Waspada Cuaca Ekstrem di Beberapa Perairan Indonesia