Kemenhub Ajak Semua Pihak Berantas Praktek Pemalsuan Surat Hasil Antigen Palsu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan(Kemenhub) kampanyekan keselamatan penerbangan kepada calon penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Jumat (4/6/2021).

Terutama pada masa pandemi Covid-19 ini, selain mensosialisasikan benda yang dilarang dibawa di dalam pesawat, para penumpang juga diingatkan untuk mewaspadai surat hasil rapid atau swab palsu.

"Jadi kita harapkan kepada petugas baik dari KKP, airlines dan semua individu masyarakat di sekitaran bandara, kalau ada yang melihat, mengetahui dan mencurigai mohon dilaporkan," tegas Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Elfi Amir, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jumat (4/6/2021).

Jadi, lanjutnya, misalnya ada calon penumpang melihat dugaan praktek pemalsuan surat hasil antigen di depan mata, maka harus laporkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penumpang yang positif Covid-19 naik ke pesawat dan melakukan perjalanan.

"Tadi ke check in counter, saya lihat suket (surat keterangan) harus diverifikasi yang manual, ada juga yang pakai barcode, harus diperiksa dengan teliti supaya menghindari orang yang buat suket palsu, mudahan ini bisa minimize karena ini sangat penting," tuturnya.

Makanya, bukan hanya di Bandara Soetta saja, 'Year of Security Culture 2021' atau Keamanan Penerbangan Tanggung Jawab Bersama ini, dilakukan di semua bandara di Indonesia. Seperti memberikan pemahaman benda-benda yang dilarang dibawa di dalam pesawat dan penerapan protokol kesehatan.

"Kami beri pemahaman para penumpang ini keselamatan penerbangan tanggung jawab bersama," katanya.

Tes Antigen, Polda Metro Temukan 500 Orang Positif Covid-19 saat Arus Balik Mudik

Petugas medis melakukan tes usap antigen di pusat perbelanjaan kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/05/2021). Pasca libur lebaran, Forkopimda Kabupaten Bekasi melakukan swab tes antigen kepada sekitar 202 pedagang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas medis melakukan tes usap antigen di pusat perbelanjaan kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/05/2021). Pasca libur lebaran, Forkopimda Kabupaten Bekasi melakukan swab tes antigen kepada sekitar 202 pedagang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan tiga lapis pemeriksaan terhadap warga yang pulang usai melakukan perjalanan mudik. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di wilayah Jabodetabek saat arus balik Lebaran 2021.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yudo mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19, salah satunya melalui pemudik yang kembali ke Ibu Kota.

Untuk itu, kata dia, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pemudik melalui pos penyekatan atau check point.

"Sampai kemarin saja, pemeriksaan di Polda Metro Jaya ada tiga lapis," ujar Sambodo, Rabu (26/5/2021).

Dia menjelaskan, pada lapis pertama, Polda Metro Jaya meminta warga yang mudik, saat masih di kampung untuk memeriksakan diri sebelum kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

Pada lapis kedua, lanjut Sambodo, di 14 pintu masuk Jakarta, baik di tol, terminal, dan arteri dilakukan pemeriksaan.

Apabila lolos dari dua lapis tersebut, lapis ketiga berbasis komunitas yang dilakukan Satgas RW, maupun Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satgas, Lurah, hingga RT dan RW melakukan pemeriksaan terhadap warga yang melakukan perjalanan mudik.

"Total sekitar 90 ribuan orang yang sudah dilaksanakan pemeriksaan antigen dan ada 500 orang yang positif," terang Sambodo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel