Kemenhub gencarkan Program SALUD untuk tekan kecelakaan

Kementerian Perhubungan menggencarkan Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) dalam upaya meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap peraturan rambu-rambu di jalan raya sehingga dapat menekan angka kecelakaan.

“Kami mengajak pemangku kepentingan terkait masalah keselamatan jalan untuk memanfaatkan usia emas anak untuk memberi pendidikan tentang bagaimana berlalu lintas yang baik dan berkeselamatan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dikatakan, untuk menumbuhkan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu-lintas, tidak bisa cepat (instan). Seharusnya dilakukan edukasi sejak usia dini/anak-anak untuk menanamkan sikap disiplin dalam menjaga keselamatan di jalan dengan memahami peraturan dan mematuhi rambu-rambu yang ada.

Ia menambahkan, pendidikan sadar berlalu lintas sejak usia dini penting untuk diterapkan sebagai landasan dari pembangunan karakter manusia yang berkeselamatan dalam bertransportasi sehingga anak-anak sudah dapat memahami apa arti berlalu lintas yang baik dan memberikan contoh kepada orang-orang terdekatnya bahkan ke orang yang lebih dewasa.

Baca juga: Menhub ajak seluruh pelajar jadi pelopor keselamatan lalu lintas

Hendro juga mengatakan, pendidikan SALUD yang sudah diberikan sejak dini di masa usia emas anak-anak agar dapat memberikan pengalaman yang membekas di hatinya sehingga menjadi karakter/sikap yang kemudian bakal diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam merealisasikan gerakan tersebut, kami juga mengajak para pihak terkait seperti Kemendikbudristek, Kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, dan pemerhati anak untuk berkolaborasi meningkatkan metode pendidikan SALUD dengan format yang menarik,” katanya.

Praktisi Penyuluh Keselamatan Nasional, Erlina Indriasari juga menjelaskan, selain menanamkan sikap disiplin dalam menjaga keselamatan di jalan dengan memahami peraturan dan mematuhi rambu-rambu lalu-lintas pada anak-anak, program SALUD ini juga memberikan penyuluhan dan pengenalan kepada para pendidik anak-anak, seperti guru taman kanak-kanak (TK) atau pendidikan anak usia dini (PAUD).

Dengan memberikan penyuluhan kepada para guru diharapkan mereka dapat menanamkan kesadaran berlalu lintas kepada para murid-muridnya.

"Dan pendidikan sadar berlalu lintas sejak usia dini penting untuk diterapkan sebagai landasan dari pembangunan karakter manusia yang berkeselamatan dalam bertransportasi,” katanya.

Baca juga: Kemenhub ajak masyarakat Lampung sinergi cegah kecelakaan lalu lintas

Erlina juga mengatakan bahwa program ini telah rutin dilakukan di kota-kota di Tanah Air. Seperti belum lama ini dilakukan di Lampung.

Penyuluhan SALUD di Lampung ini diselenggarakan oleh BPTD Wilayah VI Lampung dan Bengkulu yang bekerjasama dengan Dishub Propinsi Lampung dan diikuti oleh 35 Guru TK dan Paud se-Provinsi Lampung.

“Dengan memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak terkait apa arti berlalu lintas dan memberikan contohnya maka diharapkan jika dewasa kelak mereka lebih mengetahui berlalulintas yang aman dan keselamatan berkendaraan,” katanya.