Kemenhub imbau masyarakat tidak mudik gunakan kendaraan roda dua

·Bacaan 1 menit

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk mengurangi keinginan untuk mudik menggunakan roda dua sebab sangat rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Kita memastikan pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dikurangi, kalau bisa jangan. Karena pemudik roda dua ini aspek keselamatannya berisiko, belum lagi cuaca saat ini, jadi kita sediakan juga mudik gratis tahun ini," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Senin.

Adita mengatakan Kemenhub terus memastikan sektor transportasi siap melayani masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2022.

Menurut dia, pada masa pandemi ada dua aspek yang menjadi perhatian, yaitu aspek kesehatan dan keselamatan.

Kemenhub melakukan pengecekan langsung dan inspeksi keselamatan atau ramp check kepada operator terkait untuk memastikan moda transportasinya layak beroperasi.

Selain itu, awak transportasi juga harus dalam kondisi prima dan sehat saat melayani masyarakat, sehingga perjalanan mudik bisa berjalan dengan baik dan selamat.

"Sekarang karena antusiasme masyarakat, kita harus pastikan operator dan semua kendaraannya sudah siap melayani," ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan hasil survei Balitbanghub, sektor darat menjadi yang paling krusial untuk ditangani.

Dari total prediksi 85,5 juta orang yang akan melakukan perjalanan di masa mudik, 47 persen diantaranya akan menggunakan jalur darat baik itu kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun bus.

Diperkirakan, pemudik yang berangkat dari Jabodetabek sekitar 14,3 juta orang dan jumlah pemudik meningkat sekitar 45 persen dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi.

"Kita juga harus siapkan cadangan alat transportasi, jangan sampai nanti over capacity dan banyak masyarakat tak terlayani," pungkas Adita.

Baca juga: KAI berikan diskon tiket Lebaran hingga 60 persen
Baca juga: Menhub inspeksi Terminal Kampung Rambutan pastikan kelaikan bus
Baca juga: Dirjen Hubdat: Pendaftaran mudik gratis tahap kedua dibuka 18 April

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel