Kemenhub: Indonesia strategis sebagai jalur pelayaran internasional

Indonesia memiliki peran strategis mengingat terletak di salah satu jalur pelayaran internasional terpenting menghubungkan negara-negara Asia dengan wilayah utama di dunia, kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono.

"Indonesia juga bersama-sama dengan Littoral States menjaga keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Singapura,” kata Djoko dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikan saat kuliah praktisi industri bertema Challenge and Opportunity on Sea Transportation Industry menghadirkan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen dan Direktur Maersk Indonesia Ery Hardianto sebagai pembicara.

Utuk mewujudkan visi maritim Indonesia, lanjutnya, kompetensi dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang maritim sangat penting.

Apalagi, katanya, pemerintah telah menekankan visi tentang pentingnya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini merupakan kebijakan yang strategis, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dengan luas laut sama dengan dua pertiga dari luas wilayah negara.

“Sumber daya manusia yang kompeten dan mumpuni tidak akan terwujud tanpa adanya lembaga pendidikan dan pelatihan yang unggul," katanya.

Baca juga: Menhub harap STIP jadi pelopor peningkatan kompetensi SDM maritim RI

Oleh karena itu Lembaga Pendidikan dan Pelatihan bidang Pelayaran berperan penting untuk menyediakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran/STIP Jakarta Capt. Sudiono mengatakan kuliah praktisi industri ini sebagai strategi Kemenhub untuk memberikan wawasan internasional kepada para mahasiswa S2 Terapan dan Program Beasiswa Double Degree Kemenhub serta para taruna mengenai kondisi industri maritim dan pengapalan di negara maju, sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi pelayaran di Indonesia.

"Kami berharap para mahasiswa Magister Terapan STIP Jakarta, mahasiswa Double Degree ITS dan Rotterdam University serta para taruna dapat menggali pengetahuan lebih dalam lagi tentang industri maritim dari negara maju, seperti Denmark dan lainnya serta perusahaan pelayaran internasional," katanya.

Dubes Lars Bo Larson memaparkan dukungan pelayaran terhadap perdagangan dunia dan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga mengatakan bahwa Denmark sebagai negara maritim telah menetapkan target terkait green transition untuk memerangi perubahan iklim salah satunya pengapalan yang netral karbon pada tahun 2050.

"Indonesia dapat berperan pada transisi energi global dalam presidensi G20 Indonesia 2022, antara lain mendorong mekanisme global, penyediaan dekarbonisasi, pusat maritim hijau, penyediaan bahan bakar masa depan dan pelestarian alam termasuk perlindungan hutan bakau dan wilayah rawan," katanya.

Baca juga: Kemenhub kawal Indonesia wujudkan program poros maritim dunia


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel