Kemenhub investigasi tindak kekerasan taruna PIP Semarang

·Bacaan 2 menit

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub A. Arif Priadi menegaskan pihaknya akan fokus melakukan investigasi internal terkait tindak kekerasan yang melibatkan taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah.

“PIP Semarang saya minta fokus dan mengambil langkah-langkah percepatan untuk mengusut insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali,” kata Arif Priadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Arif mengatakan Kemenhub tidak menoleransi terjadinya tindak kekerasan di lingkungan kampus, meski tindak kekerasan tersebut terjadi di luar kampus terhadap taruna yang sedang dalam pembelajaran jarak jauh.

Lanjut dia, sebagai langkah pencegahan PIP Semarang diminta untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan pembinaan karakter sesegera mungkin, secara virtual bagi seluruh civitas akademika sesuai Pedoman Pola Pengasuhan Taruna di lingkungan BPSDMP.

“Bagi para taruna, penting untuk diingatkan kembali, karena hampir 2 tahun ini tidak secara penuh tinggal di dalam asrama karena menjalani pembelajaran jarak jauh. Bagi pengelola kampus juga ditekankan kembali mengenai penerapan standar prosedur pengawasan dan pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah secara tegas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pasca kejadian tindak kekerasan yang dilakukan oleh taruna tingkat akhir kepada juniornya, Direktur PIP Semarang Capt. M. Rofik menugaskan Wakil Direktur 3 dan Kepala Pusat Pengembangan Karakter Taruna dan Perwira Siswa (Pusbangkatarsis) untuk fokus pada penyelesaian masalah termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak kepolisian. Untuk itu keduanya dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

"Selanjutnya, BPSDM Perhubungan segera menyiapkan langkah-langkah nyata peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.

Sebelumnya diwartakan, seorang taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Zidan Muhammad Faza (21) meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seniornya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan di Semarang, Selasa (7/9), membenarkan informasi tewasnya taruna asal Jepara tersebut.

Taruna semester 6 tersebut diduga tewas setelah dipukul seniornya yang bernama Samudra Tampubolon.

Dari informasi yang dihmnpun, peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Senin (6/9) malam itu bermula ketika korban dan pelaku terlibat kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Pelaku yang tidak terima diduga memukul bagian dada korban hingga terjatuh.

Korban sempat dilarikan ke RS Roemani Semarang, namun nyawanya tidak tertolong.

Donny menambahkan pelaku sendiri saat ini sudah ditangkap.

"Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polsek, selanjutnya akan diproses lebih lanjut di Polrestabes," katanya.


Baca juga: Taruna PIP Semarang diduga tewas dianiaya seniornya
Baca juga: Kemenhub perbaharui sistem pendidikan PIP Makassar
Baca juga: BPSDM Perhubungan tak turunkan mutu ujian meski belajar dari rumah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel