Kemenhub Kerahkan 30 Bus Listrik Saat Gelaran KTT G20 Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyiapkan 30 armada bus listrik saat gelaran internasional KTT G20 Bali yang akan digelar pada 15- 16 November 2022. Selain itu, pihaknya juga melakukan rapat koordinasi dengan Polda Bali terkait manajemen rekayasa lalu lintas.

"Kita mau melihat bagaimana konsep kita dalam melaksanakan pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Saya ingin mensinkronkan upaya kita menjalankan KTT G20 berkaitan dengan masalah transportasi dan rekayasa lalu lintas," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/7).

"Pada dasarnya kami sudah siap tinggal mengoordinasikan dan kami juga butuh koordinasi terkait pelaksanaan TFG (tactical floor game). Kami menyiapkan 30 bus listrik yang akan melayani 4 koridor untuk pelayanan bus listrik mulai dari bandara sampai ke Nusa Dua, dan ada beberapa lagi untuk mendukung pelaksanaan G20," jelasnya.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menyatakan, pihaknya juga akan menggelar operasi Puri Agung 2022 dan mengerahkan kurang lebih 6.744 personil.

"Tentunya ini di-back up juga oleh Mabes Polri. Keseluruhan ada 7 objek pengamanan mulai dari bandara sepanjang rute yang akan kita lakukan pengamanan, kawasan Sawangan, kawasan GWK, Tahura Mangrove, dan Pulau Kura-kura. Ada 8 persimpangan di wilayah Bali yang perlu adanya rekayasa," paparnya.

Rekayasa Lalu Lintas

lintas
lintas.jpg

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Jalan Cucu Mulyana menyatakan, pihaknya bakal melakukan koordinasi lebih lanjut. Sebab, berdasarkan survei Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, total terdeteksi ada 10 simpang.

"Karena anggota delegasi ada yang menginap di hotel di daerah Sanur, sehingga simpang tersebut akan kita tambah 2 simpang yang akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Terkait ganjil genap akan dilakukan di 9 ruas jalan dan pembatasan angkutan jalan di 4 atau 5 ruas jalan," terang Cucu.

Selain itu, Polda Bali juga akan menurunkan patroli dari Polair di sepanjang rute, khususnya di tol. Mengingat di bawah tol ada kawasan perairan di kolong-kolong jalan tol.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Suharto menguraikan, terkait ketersediaan angkutan bus yang akan digunakan dalam G20 telah disediakan skenario khusus.

"Kemarin kami sudah skenariokan 30 armada bus listrik yang nantinya akan menjadi sarana mobilisasi. Memang ada sedikit kendala waktu tempuh, nanti kami akan diskusi teknisnya. Headwaynya sekitar 5-10 menit," ungkapnya.

"Sementara charging station di SPKLU sudah disediakan di beberapa lokasi. Adapun 1 armada bus listrik memakan waktu kurang lebih 4 jam untuk pengisian daya," jabar Suharto.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel