Kemenhub Optimistis Serap 95,8 Persen Anggaran di Akhir 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis pada akhir Desember 2020, realisasi anggaran ditargetkan mencapai 95,80 persen atau Rp 33,89 triliun dari total pagu anggaran Rp 35,38 triliun.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Menhub Budi menyampaikan, realisasi penyerapan APBN Tahun Anggaran 2020 Kementerian Perhubungan per 16 November 2020 telah mencapai 70,72 persen atau Rp 25,02 triliun. Angka tersebut berdasarkan prognosa Rencana Penarikan Dana November dan Desember, di mana pada akhir November akan mencapai target sebesar 76,14 persen atau sebesar Rp 26,94 triliun.

"Kami optimistis akhir Desember 2020 kinerja keuangan Kementerian Perhubungan akan mencapai angka yang ditargetkan, yaitu 95,80 persen atau sebesar Rp 33,89 triliun," jelas Menhub Budi.

Lebih lanjut, ia merinci realisasi menurut jenis belanja. Seperti belanja pegawai dari pagu sebesar Rp 3,57 triliun telah terealisasi Rp 3,15 triliun, belanja barang dari pagu sebesar Rp 12,80 triliun telah terealisasi Rp 9,35 triliun, belanja modal dari pagu sebesar Rp 19,0 triliun telah terealisasi Rp 12,50 triliun.

Untuk mempercepat realisasi penyerapan Kemenhub Tahun Anggaran 2020, Menhub Budi menyampaikan telah mengambil beberapa langkah percepatan. Salah satunya melakukan optimalisasi penyerapan melalui revisi anggaran untuk pemanfaatan sisa tender dan kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan.

"Lalu, kami mengambil langkah percepatan dengan membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk mengakselerasi dan mengawal ketat rencana penarikan dana sesuai jadwal/termin, melakukan rapat evaluasi anggaran secara berkala, meningkatkan koordinasi dan fasilitasi proses administrasi pembayaran oleh satker melalui Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan KPPN setempat," paparnya.

Sebagai informasi, berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor S.704/MK/02/2019 pada 26 September 2019 tentang Pagu Alokasi Kementerian/Lembaga Tahun 2020, pagu awal Kementerian Perhubungan tahun 2020 sebesar Rp. 43,11 Triliun.

Setelah dilakukan penyesuaian berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2020 dan Perpres Nomor 72 Tahun 2020 serta adanya tambahan alokasi dana stimulus transportasi, pengurangan PNBP dan BLU maka pagu akhir Kementerian Perhubungan menjadi Rp 35,38 triliun.

Terima Bintang Mahaputera, Budi Karya Sebut Berkat Kekompakan Jajaran Kemenhub

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerima anugerah Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, pada Rabu (11/11/2020). Anugerah ini diberikan kepada Budi Karya atas jasanya sebagai Menteri Perhubungan pada 2016-2019.

Penganugerahan ini didasari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 dan 119/TK Tahun 2020 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden yang telah memberikan apresiasi ini. Semoga ini bisa menjadi pemicu bagi saya dan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan untuk bekerja lebih baik lagi demi bangsa dan negara," jelas Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Ia mengungkapkan, penghargaan yang diraihnya tidak lepas dari dukungan penuh dan kekompakan dari seluruh jajaran Kementerian Perhubungan.

Sebagai informasi, Bintang Mahaputera Adipradana, merupakan Tanda Kehormatan tertinggi setelah Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia, yang diberikan Presiden kepada seseorang yang dinilai mempunyai jasa yang besar terhadap bangsa dan Negara Indonesia.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, yang menyatakan beberapa syarat khusus untuk menerima Bintang Mahaputera, antara lain berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

Gelar tanda jasa dan tanda kehormatan Bintang Mahaputera ini juga turut diberikan Presiden kepada puluhan pejabat negara atau mantan pejabat negara pada Kabinet Kerja 2014-2019, dan salah satunya adalah Budi Karya Sumadi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: