Kemenhub perkuat koordinasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan kepada seluruh personil untuk lebih meningkatkan koordinasi agar angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 dapat berjalan dengan baik.

“Pada Natal dan Tahun Baru ini sudah ada kebebasan dan tidak ada larangan untuk mudik, jadi pasti ada peningkatan arus lalu lintas. Jadi saya minta pada Kepala BPTD, kadishub provinsi maupun kota/kabupaten untuk melakukan ramp check terhadap bus pariwisata,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam Rapat Kerja Bidang Perhubungan Darat di Surakarta, Selasa.

Pihaknya akan terus memperkuat sinergi antar instansi pemerintah di sektor transportasi darat. Kemenhub juga mengajak seluruh instansi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah menyamakan visi dalam penyelenggaraan tugas, khususnya sektor perhubungan darat.

Adapun tiga pembahasan utama yang menjadi pokok diskusi dalam kegiatan rapat kerja tersebut seputar keselamatan transportasi darat, penanganan ODOL, serta pengarahan rencana operasi (renops) Angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023.

Baca juga: Kemenhub prediksi 60,6 juta orang bakal mudik Natal & Tahun Baru 2023

Ia meminta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kepala Dinas Provinsi, Kota, dan Kabupaten agar memiliki visi yang sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam penanganan bidang transportasi dan lalu lintas.

Salah satu latar belakang diadakannya rapat kerja tersebut, kata dia, lantaran akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan transportasi darat yang fatal dengan korban luar biasa.

"Anda inilah yang menciptakan keselamatan transportasi darat karena uji kendaraan ada di pemda. Ketika anda tidak melakukan uji dengan baik, maka ketika kecelakaan rekan-rekan akan mempertanggungjawabkannya,” ujar Hendro.

Ia mengatakan tantangan dalam mengemban tugas tersebut makin berat mengingat jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 60-70 persen tumbuh di perkotaan sehingga mobilitas bertambah. "Jangan sampai kita membangun transportasi tapi hanya sampai (batas) administratif kota atau kabupaten tapi perlu ada kolaborasi antar kota di sekitarnya,” kata Hendro.

Baca juga: Kemenhub waspadai pergerakan kendaraan pribadi pada libur Natal