Kemenhub respon keluhan penyeberangan ke Gili Trawangan Lombok

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan perhatian berita viral di media sosial terkait keluhan wisatawan terhadap kebijakan masuk satu pintu (one gate system) menuju destinasi Gili Trawangan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

"Ya benar, kami sudah menerima surat perihal pengawasan kapal pariwisata di Pelabuhan Pemenang, sebagai tindak lanjut dari surat pemberitahuan tentang penerapan one gate system dan adanya berita viral di media sosial terkait penumpang mengeluh," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang, Muhammad Mustajib, di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub, Dr Capt Mugen Suprihatin Sartoto, pada 1 November 2022.

Di dalam surat tersebut, kata dia, dijelaskan bahwa angkutan ke lokasi wisata tiga gili (Gili Trawangan, Meno, dan Air), agar tetap dilaksanakan dengan kapal yang sudah memenuhi persyaratan kelayakan dibuktikan dengan sertifikat terkait.

"Hal itu harus dilakukan sampai dengan Koperasi Karya Bahari mampu menyiapkan kapal-kapal yang memenuhi kelaiklautan," ujar Mustajib mengutip isi surat.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Dr Capt Mugen Suprihatin Sartoto, dalam suratnya juga meminta agar Penyelenggara Pelabuhan Pemenang senantiasa berpedoman pada peraturan ketentuan yang berlaku dalam memberikan Surat Persetujuan Berlayar dan pengawasan ketertiban, keselamatan dan keamanan pelayaran yang berlaku.

Berkaitan dengan hal itu, kata Mustajib, pihaknya diharapkan untuk melaksanakan semua ketentuan yang berlaku terkait keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan sekaligus menjaga suasana kondusif di pelabuhan terutama untuk mendukung pariwisata di daerah.

"Saya selaku Kepala Kantor UPP Kelas II Pemenang wajib melaksanakan perintah tersebut. Apalagi itu menyangkut keselamatan pelayaran, dan keselamatan jiwa penumpang kapal yang sebagian besar wisatawan asing," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, mengaku polemik kebijakan masuk satu pintu menuju destinasi tiga gili mendapat perhatian serius Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, untuk segera dilakukan perbaikan dan dicarikan solusi terbaik sehingga tidak terus menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan wisatawan.

"Pesan Pak Menteri itu jangan buat gaduh. Karena tiga Gili ini (Trawangan, Meno, dan Air) bukan lagi bicara nasional tapi internasional," ucapnya.