Kemenhub sambut dukungan pemda kembangkan Bandara Raja Haji Abdullah

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyambut baik dukungan pemerintah daerah (pemda) yakni Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Karimun dalam hal pengadaan lahan untuk pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah di Karimun.

“Kami menyambut baik dukungan dari Pemprov Kepri untuk pembiayaan pengadaan lahan, dan juga menjamin tersedianya pemeliharaan jalan akses dari dan ke Bandar Udara Raja Haji Abdullah," kata Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, dukungan dari Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun merupakan sinergi dan kolaborasi yang sangat baik.

Kata dia, Pemkab Karimun menyatakan bersedia melakukan penyediaan lahan secara bertahap sesuai perencanaan, dan menjamin tersedianya fasilitas lain yang dibutuhkan guna memperlancar operasional bandar udara tersebut.

Selain itu, juga terdapat kesepakatan bersama untuk pengendalian tata ruang pada Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), Batas Kawasan Kebisingan (BKK) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp).

Untuk diketahui, Bandar Udara Raja Haji Abdullah berada di Pulau Karimun Besar yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Adapun letak geografisnya sangat strategis karena berada pada jalur lintas pelayaran terpadat kedua di Indonesia.

“Untuk itu diperlukan pengembangan dari segi fasilitas dan operasional guna mewujudkan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, sebagai bandara daerah perbatasan sebagai garda terdepan NKRI,” ujarnya.

Bandar Udara Raja Haji Abdullah berdiri di atas lahan seluas 72.000 m2, dengan gedung terminal 770 m2, runway 1.400 m x 30 m, taxiway 75 m x 15 m, apron 73,5 m x 40 m dengan kapasitas 3 (tiga) pesawat tipe Cassa 212 atau 1 (satu) pesawat ATR 72-600.

Saat ini rute penerbangan perintis yang sudah beroperasi adalah Tanjung Balai Karimun – Pekan Baru, dan Tanjung Balai Karimun – Dabo Singkep yang dilayani oleh maskapai Susi Air.

Setelah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan, Kemenhub berharap pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Raja Haji Abdullah segera terlaksana dan fasilitasnya dapat terus ditingkatkan.

"Semoga dapat segera direalisasikan, dan keinginan masyarakat terhadap kebutuhan jasa transportasi udara dapat terpenuhi, untuk mendukung peningkatan perekonomian dan perdagangan di Karimun dan sekitarnya," katanya.

Baca juga: Pemda Kepri dan Kemenhub sepakati pengembangan Bandara RHA Karimun
Baca juga: Pesepeda mancanegara meriahkan jelajah wisata Karimun
Baca juga: Provinsi Kepri dapat tambahan satu kapal roro dari Kemenhub