Kemenhub sebut Bus Pariwisata yang Kecelakaan di Ciamis Tidak Berizin

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, menyebut bahwa bus pariwisata yang terlibat kecelakaan di Panjalu, Ciamis, Jawa Barat pada Sabtu (21/5), diketahui tidak memiliki izin. Kendaraan tersebut diketahui masih atas perusahaan Pandawa di Bali namun dibeli oleh pengusaha di Serang, Banten.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan bahwa kecelakaan yang terjadi di Panjalu, mirip dengan kejadian di Wado, Sumedang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Persoalannya, banyak di antara pengusaha mobil pariwisata di Indonesia saat sekarang ini yang saya tengarai yang belum mengurus izin permohonan izin perizinan. Ini mobil dari Bali, platnya DK. Kita udah cek di Spionam kita di Kementerian Berhubungan tidak terdaftar. Perusahaannya saja tidak terdaftar apalagi kendaraannya. Kendaraan masih atas nama perusahaan Pandawa di Bali," kata Budi di Ciamis, Minggu (22/5).

Dengan adanya kejadian tersebut, Budi memastikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait perusahaan bus pariwisata. Evaluasi dilakukan terhadap regulasi agar ada pembenahan di kemudian hari.

Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari kondektur bus, kecelakaan terjadi karena rem blong. Namun hal lainnya, sopir bus diketahui sempat berangkat dari Tangerang menuju Gunung Jati, Cirebon, lalu kemudian dilanjutkan ke Panjalu.

"Berangkat dari Tangerang jam 11 malam sampai Cirebon jam 6 pagi. Berangkat lagi dari Cirebon ke panjalu jam 9 pagi ya, jadi nggak istirahat," ungkapnya.

Sebelum kecelakaan, antara sopir dengan kondektur sempat berkomunikasi. Oleh karena itu belum bisa disimpulkan penyebab utama dari kecelakaan yang menyebabkan empat orang meninggal dunia itu.

Untuk menyelidiki penyebab kecelakaan, Budi menyebut bahwa kedatangannya ke Ciamis bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel