Kemenhub Sebut Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Sektor Transportasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Novie Ariyanto Raharjo menyampaikan, sektor transportasi turut terdampak terhadap disrupsi yang hadir seiring kemajuan teknologi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan investasi di sektor transportasi.

Novie menuturkan, transportasi mau tak mau harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi terbaru. Maka dari itu, imbuh dia, diperlukan pola pikir fundamental dengan penyederhanaan birokrasi.

"Mengingat disrupsi yang makin besar pada sektor transportasi, mau tidak mau harus disikapi dengan perubahan pola pikir secara fundamental selain secara wujudnya adalah penyederhanaan berbagai macam regulasi dan birokrasi," kata Novie, di kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (2/9).

Namun, ujar Novie, beradaptasi dengan teknologi pada sektor transportasi tidak dapat dilakukan secara tunggal. Dia menuturkan, menjadi nominasi dalam uji petik yang dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi pemicu Kementerian Perhubungan untuk berkolaborasi antar pihak demi peningkatan layanan dan kualitas transportasi, sekaligus pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Percepat Perizinan Investasi Transportasi

investasi transportasi
investasi transportasi.jpg

Dia menambahkan, menjadi nominasi uji petik oleh BKPM diharapkan mempercepat reformasi sekaligus terobosan proses perizinan investasi bidang transportasi, oleh Kementerian Perhubungan.

"Sehingga proses perizinan dan pelayanan menjadi lebih ringkas tepat cepat dan transparan tentu harus memanfaatkan teknologi dan informasi yang terintegrasi dan simulasi disamping diiringi penyiapan SDM yang profesional," jelasnya.

"Bagi kami kesempatan ini adalah peluang yang sangat bernilai agar Kemenhub bisa meningkatkan kualitas pelayanan perizinan usaha di masa yang akan datang," harap dia. [bim]