Kemenhub sebut perlu pencegahan kecelakaan seperti di Simpang Rapak

·Bacaan 2 menit

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan perlu adanya langkah mitigasi dalam menyikapi kejadian kecelakaan truk kontainer di Balikpapan, Jumat (21/1).

"Yang penting adalah mitigasi untuk penanganan selanjutnya seperti apa. Akan diadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR terkait dengan perubahan rekayasa yang akan dilakukan baik jangka pendek ataupun jangka panjang," kata Budi Setiyadi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Budi mengatakan, perubahan rekayasa jangka pendek yaitu dengan pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan, sementara rencana jangka panjang yaitu usulan pembangunan fly over dari APBD Provinsi.

Dirjen Budi mengatakan bahwa akan diadakan pembatasan operasional kendaraan barang yang akan dilakukan pada pukul 10 malam hingga 5 pagi yang mengacu pada peraturan Walikota Balikpapan.

"Kondisi jalan dengan elevasi kurang lebih 10 persen memang kurang baik untuk turunan panjang, kondisi ini sama seperti di Kretek, Wonosobo dan Bumiayu. Maka, perlu dilakukan langkah mitigasi perbaikan seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang," ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengungkapkan bahwa telah ada hasil temuan sementara pada kendaraan truk kontainer yakni adanya perpanjangan ROH (Rear Over Hang) dan perubahan konfigurasi pada sumbu ban sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi asli kendaraan.

"Dari hasil temuan sementara, adanya tambahan ROH dan perubahan konfigurasi sumbu ban dari 1-1 menjadi 1-2-2 pada truk tersebut. Tapi sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan KNKT dan pihak kepolisian karena penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi," kata Dirjen Budi.

Dengan adanya kejadian ini, Ia berharap dan meminta kerja sama serta peran dari para pengusaha truk dan pemilik kendaraan logistik untuk mengutamakan aspek keselamatan dan menghindari muatan dan dimensi yang berlebih.

"Kejadian ini tentu berkaitan dengan ODOL (Over Dimension Over Loading), maka itu rencana ke depan mobil yang bermuatan berat akan dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil," katanya.

Tak hanya itu, Budi juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pelatihan bagi pengemudi truk angkutan barang dan akan melakukan peningkatan pelatihan terutama pada kota prioritas dengan pelabuhan-pelabuhan besar.

"Penanganan yang dilakukan merupakan suatu bentuk penanganan yang komprehensif untuk mengutamakan keselamatan namun juga tetap menjaga perekonomian," katanya.

Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi kecelakaan di Simpang Rapak, Minggu (23/1), Dirjen Budi didampingi oleh Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Singgamata, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Arih Franata Filipus Sembiring, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Timur, Junaidi, dan Tim KNKT.

Baca juga: Kemenhub imbau pelaku usaha angkutan barang utamakan aspek keselamatan

Baca juga: Dirjen minta truk kelebihan dimensi segera dipotong

Baca juga: Truk pasir kecelakaan beruntun Cipularang langgar aturan ODOL

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel