Kemenhub tingkatkan pengawasan transportasi laut di Aceh

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meningkatkan pengawasan angkutan Lebaran di berbagai wilayah guna menjaga keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran debarkasi/embarkasi termasuk di pelabuhan penyeberangan Banda Aceh-Sabang, Aceh.

"Pada pelabuhan penyeberangan Banda Aceh - Sabang telah dilakukan upaya berkoordinasi dengan KSOP Malahayati, KSOP Sabang, BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, TNI dan Polri," kata Kepala kantor Distrik Navigasi Kelas II Sabang sekaligus Koordinator Wilayah Aceh Tim Posko Angkutan Laut Lebaran, Andi Aswad dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Andi mengungkapkan Distrik Navigasi Sabang dalam kesiapannya telah berkoordinasi dengan BPTD Wilayah I Aceh dalam pelaporan menggunakan Stasiun Radio Pantai (SROP) yang berada di Banda Aceh dan Sabang, dalam pelaksanaan monitoring pergerakan kapal ASDP melalui sistem AIS (Automatic Identification System).

Sebagai bentuk dukungan menyiagakan kapal KN Antares dan KN Benggala serta Kapal Patroli KSOP Malahayati dan Kapal Patroli KSOP Sabang sebagai alternatif apabila terjadi lonjakan arus penumpang yang diprediksi pada tahun ini, serta akan dilakukan penambahan trayek kapal penumpang akibat lonjakan jumlah pemudik seperti tahun sebelum pandemi.

Kepala KSOP Sabang Sutarmo mengatakan langkah penting lainnya dalam hal peningkatan keselamatan kapal, telah dilakukan Uji Petik Kapal oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan beserta Tim KSOP Kelas IV Sabang terhadap kapal penumpang feri cepat pada pelabuhan Balohan (Sabang).

Hal ini untuk memastikan setiap pemilik atau operator dan juga nakhoda kapal kecepatan tinggi melaksanakan dan melaporkan hal-hal yang menjadi persyaratan keselamatan sebelum keberangkatan kapal.

"Untuk mengantisipasi guna meningkatkan pengawasan keselamatan kapal, khususnya kapal kecepatan tinggi, serta antisipasi terhadap keselamatan pelayaran di atas Kapal," kata Sutarmo.

Kepala KSOP Malahayati Teuku Faisal, mengatakan sejak diberlakukannya mudik angkutan Lebaran 2022, pihak Pelabuhan Ulee Lheue telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi bila terjadi lonjakan penumpang guna izin penambahan trayek angkutan kapal penyeberangan dari Banda Aceh ke Sabang.

Saat ini terdapat 4 sarana Kapal Cepat Angkutan Penyeberangan /Feri Cepat; KM. Express Bahari 8B (GT 216), KM.Express Cantika 89 (GT 178), KM. Express Bahari 2F (GT 300), KM. Express Bahari 5F (GT 193) yang melayani rute penyeberangan Pelabuhan Banda Aceh-Sabang.

Penumpang angkutan laut Banda Aceh - Sabang terhitung data naik turun; pada tanggal 25 April 2022 sebanyak 690 orang penumpang kapal cepat sejumlah dan jumlah 378 orang penumpang kapal lambat. Pada tanggal 26 April 2022 terlapor 598 orang penumpang kapal cepat dan 466 orang penumpang kapal lambat

"Tetapi, apabila ternyata animo angkutan laut Lebaran tahun 2022 dari Banda Aceh ke Sabang sangat tinggi dimungkinkan penambahan rute trayek khususnya selama kegiatan angkutan Lebaran berlangsung," katanya.

Baca juga: Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok pada H-5 dilayani tiga kapal
Baca juga: Kemenhub pastikan seluruh kapal laiklaut untuk angkutan Lebaran
Baca juga: Pelni siapkan 49.267 kursi pada periode Angkutan Lebaran 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel