Kemenkes ajak masyarakat terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemi COVID-19.

"Penerapan PHBS sangat penting di tengah pandemi COVID-19," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr. Siti Nadia, M. Epid dalam acara gelar wicara dengan tema "Pola Hidup Bersih dan Sehat" yang diakses secara daring dari Jakarta, Kamis.

Nadia menjelaskan bahwa PHBS merupakan komponen penting yang perlu dibudayakan dan menjadi gaya hidup masyarakat guna mengantisipasi berbagai penyakit termasuk juga COVID-19.

"Misalnya hal yang paling mudah dalam PHBS adalah mencuci tangan sebagai salah satu upaya mencegah penularan COVID-19, terlebih lagi jika ditambahkan kegiatan lain seperti membersihkan pekarangan, melakukan aktivitas fisik, dan olahraga, maka akan meningkatkan imunitas kita," katanya.

Baca juga: SatuSehat jadi tonggak sejarah untuk layanan kesehatan komprehensif

Nadia menambahkan, contoh penerapan PHBS dalam skala rumah tangga antara lain mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, memberantas jentik nyamuk, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga pola tidur dan pola makan serta tidak merokok.

Ia menambahkan bahwa PHBS perlu dilakukan secara beriringan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti penggunaan masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

"Selain perilaku hidup bersih dan sehat, masyarakat juga harus disiplin menerapkan prokes pencegahan COVID-19 termasuk penggunaan masker guna mendukung upaya pengendalian COVID-19," katanya.

Menurut Nadia, penerapan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker harus diperkuat guna mengantisipasi subvarian baru Omicron seperti BA.4, BA.5, dan BA.2.75.

Baca juga: Satgas: PHBS efektif cegah dinamika kemunculan varian COVID-19

"Artinya pada saat ini kepatuhan masyarakat jangan menurun, harus terus dilakukan, harus saling mengingatkan bahwa pandemi masih terjadi sehingga masih terdapat potensi penularan," katanya.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dr. Agustin Kusumayati, Msc., PhD mengatakan perubahan gaya hidup menjadi penting karena di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, terdapat juga kemunculan beberapa penyakit lain seperti hepatitis akut dan cacar monyet.

Pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tersebut menjelaskan bahwa untuk melindungi diri dan keluarga dari berbagai penyakit, masyarakat perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan.

Baca juga: Kemenkes kolaborasi tanamkan PHBS pada anak sekolah dan santri

"Contoh sederhananya adalah beraktivitas dengan berjalan kaki, selain hemat energi juga sangat baik bagi peningkatan daya tahan tubuh, tercegah dari berbagai penyakit tidak menular," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel