Kemenkes Bakal Aktifkan Kembali Wisma Atlet Jadi RS Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang berkoordinasi untuk mengaktifkan kembali Rumah Susun (Rusun) Wisma Atlet sebagai layanan isolasi Covid-19 terpusat. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Kamis (10/11).

"Isolasi terpusat kalau ternyata terjadi lonjakan kasus, saat ini Kemenkes sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepada Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengaktifkan kembali layanan isolasi terpusat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," kata Syahril.

Sebelumnya, masa pinjam rumah susun (rusun) Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC-19) akan segera berakhir pada akhir 2022.

Mengacu pada perjanjian kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), status Wisma Atlet Kemayoran sebagai RSDC-19 akan segera berakhir pada 31 Desember 2022.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, seusai tak lagi jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19, Kementerian PUPR nantinya akan menyerahkan Wisma Atlet Kemayoran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

"Akan kami serahkan ke Setneg. Hal-hal lain sedang kami bahas," ujar Iwan kepada Liputan6.com, Kamis (29/9/2022).

Menurut dia, Kementerian PUPR sendiri telah memberikan usulan terkait status Wisma Atlet Kemayoran ke depannya akan dialihfungsikan untuk apa. Namun, ia belum mau membeberkannya.

"Ya ada, tapi ini urusan bilateral kami," kata Iwan singkat.

Sebelumnya, Iwan sempat mengutarakan, Rusun Wisma Atlet Kemayoran belum dapat diserahterimakan dan alih status karena masih digunakan sebagai RSDC-19. Itu harus menunggu instruksi dari Presiden Jokowi terkait penghentian penggunaan Wisma Atlet.

Selain itu, terdapat pula beberapa kendala dan permasalahan yang mesti diselesaikan. Antara lain, kerusakan yang diakibatkan pemakaian bangunan rusun sebagai RSDC-19 dan tempat isolasi terpusat Covid-19

"Terkait masa perjanjian kerjasama yang akan berakhir, diharapkan dilakukan join audit antar Kementerian PUPR dengan semua pihak terkait kerusakan akibat penggunaan Rumah Sakit Darurat Covid-19, untuk selanjutnya dapat dilakukan tindak lanjut perbaikan," ungkapnya.

Tak hanya itu, Kementerian PUPR mencatat, bangunan rusun yang sudah berubah fungsi pada tower 4, 5, 6 dan 7 menjadi RS dan ICU, juga ada beberapa tunggakan pekerjaan pada 2020 dan 2021. Kemudian, terdapat alat kesehatan dan aset Barang Milik Negara (BMN) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menempel pada bangunan Rusun.

[fik]