Kemenkes-BP Batam berkolaborasi kembangkan layanan kesehatan

Kementerian Kesehatan RI menjalin kerja sama bidang kesehatan dengan Badan Pengusaha (BP) Batam dalam rangka pengembangan sektor kesehatan di wilayah setempat.

"Data yang kita dapat hampir semuanya berobat ke Johor Malaka dan Singapura, kami di jajaran BP Batam berupaya mengembangkan RS yang lebih baik lagi, jadi masyarakat nantinya bisa berobat di sini," kata Kepala Badan Pengusaha Batam Muhammad Rudi di Gedung BP Batam melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Batam sebagai wilayah strategis di jalur perdagangan internasional, kata Rudi, memiliki potensi yang sangat besar, bukan hanya sektor ekonomi namun juga kesehatan. Untuk itu, BP Batam membangun Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Bertaraf Internasional di Sekupang.

BP Batam saat ini sedang menyusun pengembangan KEK Kesehatan Internasional yang diharapkan bisa menjaring potensi pasar kesehatan di Tanah Air.

Baca juga: Menkes tekankan faskes harus siap wujudkan lansia sehat dan tangguh

Berdasarkan data BP Batam, dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah warga Indonesia yang berobat keluar negeri meningkat. Mayoritas memilih berobat ke Malaysia dan Singapura karena faktor geografis, layanan maupun kepercayaan dirasa jauh lebih baik dibandingkan layanan kesehatan di Batam bahkan di Indonesia.

Rudi mengatakan situasi itu menyebabkan lebih dari Rp100 triliun potensi devisa negara terserap di luar negeri setiap tahunnya.

Di akhir tahun 2021, RS BP Batam telah mengembangkan lima layanan kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju terbentuknya KEK Kesehatan Internasional. Kelima layanan tersebut di antaranya prosedur penanganan untuk penyakit jantung, kanker payudara, saluran kemih dan kejiwaan.

Baca juga: Kemenkes sebut 35,81 persen jamaah calon haji berisiko tinggi

Rudi berharap pengembangan layanan ini bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, sehingga tidak perlu lagi melakukan pengobatan di luar negeri.

Kerja sama yang berlangsung hari ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan BP Batam yang diwakili Muhammad Rudi di Batam.

Rudi berharap penandatanganan kerja sama tersebut bisa meningkatkan sinergi kedua institusi untuk mengembangkan dan memperkuat sektor kesehatan di Kota Batam.

“Terima masih kepada Kemenkes hari ini kita menandatangani kerja sama, kami harapkan bantuan dari Kemenkes agar RS Batam bisa menjadi rujukan untuk masyarakat di Sumatera terutama Kepulauan Riau,” kata Rudi.

Baca juga: Kemenkes pangkas birokrasi izin pemanfaatan bahan baku obat domestik

Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa mengatakan Kementerian Kesehatan menyambut baik rencana BP Batam dalam mengembangkan serta memperkuat sektor kesehatan di Kota Batam. Hal ini sejalan dengan komitmen Kemenkes dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan usai pandemi COVID-19.

“Saya sangat mendukung kepada BP Batam yang ingin memperkuat fasilitas rumah sakit, ini sangat inline dengan apa yang menjadi transformasi di Kemenkes. Kita juga ingin mendukung apa saja yang dibutuhkan BP Batam,” ujarnya.

Sekjen Kunta mengatakan Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan di seluruh rumah sakit di Indonesia dengan harapan semakin banyak rumah sakit yang memiliki layanan kesehatan unggulan dengan didukung alat kesehatan, teknologi dan SDM kesehatan yang mampu untuk melakukan diagnosis dan menggunakan teknologi yang canggih.

"Saat ini sudah banyak rumah sakit yang berbenah meningkatkan layanannya dengan mengembangkan layanan unggulan terutama layanan spesialis untuk empat penyakit dengan biaya dan dampak kematian tertinggi di Indonesia yakni jantung, kanker, ginjal dan stroke," katanya.

Baca juga: Jamaah Calon Haji Kepri jadi Kloter I Embarkasi Batam

“Fasilitas layanan kesehatan untuk penyakit prioritas jumlahnya belum merata, masih banyak yang terkonsentrasi di kota-kota besar. Karenanya, melalui transformasi sistem kesehatan ini setiap provinsi kami dorong memiliki layanan kesehatan yang diutamakan pada layanan penyakit prioritas,“ kata Kunta menambahkan.

Dengan kekuatan jaringan rumah sakit di seluruh Indonesia, Kunta meyakini semakin banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu memberikan layanan kesehatan yang bagus dan canggih. Dengan demikian masyarakat Indonesia tidak perlu lagi berobat keluar negeri.

Mengakhiri sambutannya, Sekjen Kunta mendorong BP Batam dan RS BP Batam untuk terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu layanan kesehatan di Kota Batam.

Melalui upaya yang dihasilkan, Kunta berharap akan semakin banyak program-program baru yang bermanfaat bagi pembangunan kesehatan di Tanah Air.

Baca juga: Sandiaga Uno sorot mahalnya harga tiket feri Batam - Singapura

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel