Kemenkes: Dalam Beberapa Pekan Kasus Gagal Ginjal Akut Hampir Tidak Ada

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan RI menyebut kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak-anak sudah jauh menurun dan hampir tidak ada temuan kasus baru. Sebagai acuan, saat ini layanan medis di RS Persahabatan Jakarta hanya menangani pasien-pasien lama gagal ginjal akut.

"Dalam beberapa minggu hampir kasusnya tidak ada. Saya setiap pagi mengecek ke Persahabatan mungkin satu, dua itu kasus-kasus lama dan terapi," kata Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalusia, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (3/11).

Dia menegaskan, saat ini perawatan dan pengobatan bagi anak-anak yang mengalami gangguan gagal ginjal akut dan dirawat di RS menggunakan obat Fomepizole. Pihaknya mengaku juga belum merencanakan untuk memesan kembali dari perusahaan farmasi asal Singapura itu.

"Fomepizole masih dilakukan pada anak-anak yang sedang di rawat. Untuk mengadakan lagi, kita lihat nanti kebutuhannya," ungkap Lucia Rizka Andalusia.

Menurut Dirjen Farmalkes itu, saat ini ketersediaan obat untuk anak-anak penderita gagal ginjal akut itu masih mencukupi yakni sebanyak 246 vial.

"Sekarang kita punya 246 vial, ada donasi dan yang kita beli. Masih cukup kebutuhannya, tapi nanti kita stop untuk emergency," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, 10 anak di Kabupaten Tangerang, diduga alami gagal ginjal akut. Delapan di antaranya meninggal dunia.

Sementara secara keseluruhan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia tembus 325 kasus per (1/11). Dia melaporkan, 178 anak di antaranya meninggal dunia.

"Data kemarin yang kita monitor ada 325 kasus gagal ginjal akut di seluruh Indonesia," kata Budi Gunadi, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).

Dia mengungkapkan, penyumbang kasus terbanyak adalah DKI Jakarta. Kemudian disusul oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Aceh, Sumatera Barat, dan Bali.

"Meninggalnya 178 dari 325 sekitar 54 persen. Ini sudah menurun dari kondisi sebelumnya yang sempat mencapai 60 persen," ungkapnya. [lia]