Kemenkes Imbau Para Orang Tua Tak Terpengaruh Hoaks Vaksin COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksin COVID-19 pada anak.

Menurut Nadia, mereka terpengaruh berita bohong atau hoaks seputar vaksin COVID-19. Karena itu, Nadia mengimbau, para orang tua tidak perlu ragu menyertakan anak mereka dalam vaksinasi COVID-19.

"Adapun alasan mereka yang menolak itu cukup beragam. Masih tidak percaya, takut efek samping, masalah hoaks juga," ungkap Nadia dilansir dari Antara, Jumat (7/1/2022).

"Tentunya kita harus yakin karena pemerintah sudah melalui berbagai kajian termasuk keamanan penggunaan vaksin ini di mana manfaat sangat besar dalam proteksi anak-anak," sambung Nadia.

Sementara, sebanyak 5,3 juta anak usia 6 tahun hingga 11 tahun di Indonesia saat ini sudah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 sejak program tersebut bergulir pada 14 Desember 2021.

"Sebanyak 5,3 juta anak itu tersebar di 19 provinsi di 114 kabupaten/kota," kata Nadia.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel