Kemenkes Kembali Tegaskan Tak Ada Korelasi Infeksi Covid dengan Ginjal Akut Anak

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) tidak disebabkan oleh Covid-19 maupun long covid. Juru Bicara Kemenkes M. Syahril mengatakan, pihaknya telah melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab AKI. Dalam penelitian tersebut, infeksi Covid-19 dinyatakan tidak berkorelasi dengan AKI.

"Dari data dan pemeriksaan yang kita lakukan, semuanya menyingkirkan dugaan yang disebabkan oleh Covid maupun long covid. Jadi pada balita-balita ini tidak kita dapatkan satu infeksi virus Sars-CoV-2 maupun riwayat dia pernah sakit Covid," kata Syahril dalam konferensi pers, Kamis (27/10).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009 dr. Siti Fadilah Supari menilai kasus gagal ginjal akut pada anak perlu dicermati lebih lanjut oleh pemerintah. Sebab, pemerintah tidak menjelaskan secara detail faktor-faktor yang mengakibatkan kasus gagal ginjal akut pada anak.

Kasus gagal ginjal akut misterius pada anak terus bertambah. Sejauh ini, kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) mencapai 269 anak per Rabu (26/10) dari 27 provinsi. Sementara, kasus anak meninggal tercatat sebanyak 157 orang.

"Pemerintah tidak mengumumkan seberapa banyak dan si korban itu yang benar-benar dari sirup yang diminum. Tetapi, pemerintah sudah mengatakan pasti karena tercemar ini (obat sirup), nah itu satu hal yang kurang betul," kata Siti dalam diskusi ‘Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan?’ di kanal Youtube GeloraTV, Rabu (26/10).

"Harusnya kita cermati, kumpulin orang-orang ahli, kemungkinannya apa saja. Jadi, belum tentu karena itu saja," lanjut Siti.

Siti menuturkan, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal ginjal akut pada anak. Pertama, obat sirup yang tercemar kadar etilen glikol (EG) maupun dietilen glikol (DEG). Kedua, infeksi biasa hingga luar biasa yang diakibatkan oleh bakteri ataupun virus.

"Satu, karena tercemar kadar etilen glikol maupun dietilen glikol. Nah yang kedua, kemungkinan karena infeksi biasa atau infeksi luar biasa. Infeksi misalkan bakteri, virus, dan sebagainya. Nah, ini jangan dilupakan begitu saja," tuturnya.

Selanjutnya, adanya missmulti organ inflammatory in children yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Masalah ini mengakibatkan ginjal anak mengalami luka yang berujung pada penyakit gagal ginjal akut anak. Terakhir, adanya kemungkinan anak secara tidak langsung tertular orang dewasa yang sudah divaksinasi booster.

"Ini perpanjangan dari Long Covid yang sudah lama tiba-tiba muncul ginjalnya terjadi injury-injury, terjadi failure. Nah, yang keempat, ada kemungkinan lagi yang dianggap tabu. Ada hubungannya dengan vaksin Covid atau Booster yang diberikan, biasanya memang pada dewasa,” ujar Siti. [ded]