Kemenkes kerahkan nakes berikut logistik menuju lokasi gempa Cianjur

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengerahkan tenaga kesehatan berikut keperluan logistik menuju lokasi terdampak bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, untuk menangani korban.

"Pelayanan terhadap korban terus berjalan. Saat ini terdapat kerusakan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan masih dalam pendataan Kemenkes," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, Kemenkes telah memobilisasi sejumlah tenaga kesehatan dari sejumlah bidang kedokteran dan tenaga kesehatan.

Mobilisasi yang dilakukan berupa 22 tenaga kesehatan dan satu ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, 26 tenaga kesehatan dan tiga ambulans dari RSUP Hasan Sadikin.

Baca juga: Pakar Gempa ITB: Ada pembelajaran yang bisa dipetik dari gempa Cianjur

Baca juga: Polri fokus evakuasi korban gempa Cianjur

Selain itu, juga dilibatkan tiga dokter spesialis bedah, satu tim medis, dan satu ambulans dari Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), tiga dokter spesialis bedah ortopedi, dan lima petugas Public Safety Center 119.

Kemenkes juga memobilisasi logistik kesehatan berupa tenda rangka ukuran 6x12 meter, velbed, kit operasional HEOC, obat-obatan, masker dewasa dan masker anak, APD, oksigen konsentrator, antigen kit, emergency kit, handscoon, body bag, pampers dewasa dan anak, paket kesling, family kit.

Syahril mengatakan peristiwa gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang terjadi di Cianjur dan sekitarnya pada Senin (21/22) siang mengakibatkan korban luka serta meninggal di Kabupaten Cianjur, dan terdapat korban luka di Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor.

Data populasi penduduk menurut BPS Kabupaten Cianjur, kata Syahril, terdapat sekitar 169 ribu orang terdampak, sebanyak 5 ribuan orang pengungsi yang tersebar di beberapa titik.

Sementara itu, fasilitas kesehatan terdampak berdasarkan data Dinkes Jawa Barat, di antaranya Dinkes Kabupaten Cianjur, Dinkes Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor antara lain RSUD Cianjur, Puskesmas Cugenang, Kabupaten Cianjur, Puskesmas Pacet, Kabupaten Cianjur, dan Puskesmas Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Dikatakan Syahril, Kemenkes menerapkan prosedur triase penanggulangan kegawatdaruratan, bagi korban luka ringan dan dapat dilakukan rawat jalan, dilakukan perawatan di Rumah Sakit Cimacan dan Rumah Sakit Dr Hafiz.

Untuk pasien dengan kondisi luka sedang, dilakukan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dan RS Lapangan TNI.

Sementara pasien yang memerlukan pengobatan dengan segera karena kondisi yang kritis dan membutuhkan operasi besar, dimobilisasi menuju tiga rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, RSUD Kota Bogor, dan RS Sukabumi.

Baca juga: BNPB terjunkan Tim Reaksi Cepat distribusikan logistik ke Cianjur

Baca juga: BNPB siagakan helikopter untuk tangani dampak gempa Cianjur