Kemenkes: "Pandemic fund" bekal negara hadapi pandemi berikutnya

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan "pandemic fund" merupakan bekal bagi negara-negara dalam menghadapi pandemi berikutnya usai pandemi COVID-19.

"Kita ingin sumber dana, karena pengalaman COVID-19, kita menyadari keterbatasan dana ini menjadi persoalan besar bagi kita, maka kita membentuk pandemic fund," katanya dalam acara "#G20Updates: Resolusi G20 untuk Perangi Pandemi", di Jakarta, Jumat.

Menurut dia adanya pandemic fund ini dapat memperkuat kapasitas negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah sehingga mereka bisa merespons keadaan darurat kesehatan di negaranya.

"Alhamdulillah bisa mengumpulkan 1,4 miliar dolar AS untuk komitmen keuangan di pandemic fund yang didukung oleh 20 negara donor dan tiga filantropi," kata dia.

Ia mengatakan pembentukan pandemic fund merupakan salah satu kesepakatan yang dihasilkan dalam G20 Presidensi Indonesia 2022.

Saat ini, kta dia, Indonesia sedang menyiapkan proposal pandemic fund untuk pembiayaan laboratorium kesehatan.

"Kita harus memperkuat laboratorium kesehatan masyarakat dari level 1 yakni puskesmas, level 2 di kabupaten/ kota, level 3 di provinsi, level 4 di region, level 5 itu nasional," katanya.

Kesepakatan lainnya yang dihasilkan G20 adalah mobilisasi sumber daya kesehatan.

Pihaknya menjelaskan di pandemi berikutnya, kesiapan setiap negara diharapkan sudah lebih matang dalam hal penyediaan vaksinasi, pembelian alat pelindung diri (APD), dan alat-alat kesehatan lainnya.

"Selain kita punya dananya, sumber daya kesehatan itu bisa dinikmati atau bisa didistribusikan pada semua negara. Intinya kita ingin semua negara itu mendapat akses terhadap alat kesehatan dan tindakan medis dalam kondisi darurat," demikian Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

Baca juga: Menkes G20 sepakat bentuk Pandemic Fund

Baca juga: Pendemic Fund untuk badai pandemi di masa depan

Baca juga: Menkes sebut "Pandemic Fund" capaian tersukses G20 bidang kesehatan