Kemenkes pasok sepuluh molekul obat untuk tingkatkan produksi domestik

Kementerian Kesehatan RI memasok kebutuhan sepuluh molekul obat terbesar kepada industri farmasi di Indonesia sebagai strategi meningkatkan bahan baku produksi obat dalam negeri.

"Kementerian Kesehatan sedang melakukan transformasi sistem kesehatan, yang salah satu pilarnya adalah transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan agenda untuk meningkatkan ketahanan sektor farmasi melalui produksi lokal produk biopharmaceutical, vaksin, Active Pharmaceutical Ingredients (API) kimia dan natural," kata Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Rizka Andalucia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis.

Dari sepuluh molekul terbesar tersebut, kata Rizka, hingga 2021 terdapat beberapa bahan baku obat yang dapat diproduksi di dalam negeri antara lain Paracetamol diproduksi oleh PT Riasima, Klopidogrel dan Atorvastatin diproduksi oleh PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopeia, dan Omeprazole diproduksi oleh PT Ferron Pharmaceutical.

Selain itu, juga terdapat bahan baku obat produksi dalam negeri di luar sepuluh molekul tersebut, antara lain Erithropoietin yang diproduksi oleh PT Daewoong Infion dan PT Kalbio Global, Garam Farmasi yang diproduksi oleh PT Karya Daya Syafarmasi, serta Simvastatin, Atorvastatin, Clopidogrel, Efavirenz, Entekavir yang diproduksi PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopeia.

Baca juga: Menkes: Hanya 3 persen obat diproduksi di dalam negeri

Baca juga: Kemenkes targetkan 10 BBO bisa diproduksi di dalam negeri pada 2024

Dalam rangka meningkatkan penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri, pemerintah memberikan Fasilitas Change Source Bahan Baku Obat dari bahan baku obat impor ke bahan baku obat dalam negeri.

Salah satu fasilitasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan adalah memfasilitasi uji Bioekuivalensi untuk substitusi Bahan Baku Obat Atorvastatin dan Klopidogrel pada 2022.

Terdapat beberapa industri yang akan difasilitasi yaitu PT Dexa Medica, PT Dipa Pharmalab, PT Phapros Tbk, PT Novell Pharmaceutical Laboratories, PT Pertiwi Agung-PT Otto Pharmaceutical, PT Lapi Laboratories, dan PT Meprofarm.

Saat ini, PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopeia telah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi untuk produksi bahan baku povidon lodin dalam negeri. Fasilitas produksi tersebut telah diresmikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalui penandatanganan prasasti.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Kick Off Fasilitasi Change Source Penggunaan BBO Dalam Negeri dan Peresmian Pabrik Bahan Baku Obat (BBO) di PT Kimia Farma Sungwun Pharmachopia Delta Silicone 1 Lippo Cikarang, Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: BPOM: Molnupiravir diproduksi dalam negeri pada Mei-Juni 2022

Baca juga: Kemenperin: Industri farmasi siap gunakan bahan baku obat dalam negeri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel