Kemenkes: PeduliLindungi Buatan Kita, Dikerjakan Programer Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah kabar soal aplikasi PeduliLindungi buatan Singapura.

"Bukanlah, aplikasi PeduliLindungi buatan kita kok, dikerjakan oleh programer dari Indonesia," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Nadia Tarmizi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (14/9/2021).

Adapun aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk membantu pemerintah melakukan pelacakan digital agar dapat menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Nadia menjelaskan aplikasi ini dikembangkan oleh Telkom.

"Untuk server datanya berada di Pusat Data Nasional yang dikelola Kemenkominfo," jelasnya.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial bahwa PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dibuat oleh Singapura.

Hal ini disampaikan oleh Peter Gontha melalui akun instagramnya @petergontha, Senin 13 September. Namun, kini unggahan tersebut telah dihapus dari Instagramnya.

Wajibkan

Pemerintah sendiri saat mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah sektor publik. Misalnya, bagi masyarakat yang memasuki mal atau pusat perbelanjaan, restoran dan kafe, bioskop, hingga supermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjamin keamanan data masyarakat di platform PeduliLindungi. Menurut dia penyimpanan data di platform tersebut dibantu oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Pemerintah menjamin keamanan data tersebut, dan saat ini penyimpanan data dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi dengan penanganan keamanan data dibantu oleh BSSN," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin 6 September 2021.

"Pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah perbaikan agar kelancaran penggunaan Peduli Lindungi ini semakin baik," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel