Kemenkes RI Miliki 100 Ribu Vial Veklury atau Remdesivir untuk Tangani COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerima 100 ribu vial veklury (remdesivir) dari Gilead Sciences Inc yang diserahkan PT Soho Industri Pharmasi.

Donasi remdesivir merupakan bentuk dukungan dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia. Meski trend penurunan terjadi akhir-akhir ini.

Chief Commercial Officer Gilead Sciences Inc, Johanna Mercier, mengatakan, donasi remdesivir merupakan komitmen berkelanjutan, sekaligus bukti bahwa perusahaannya akan terus bekerjasama dengan pemerintah, otoritas kesehatan, dan para mitra lisensi sukarela guna memastikan akses secepat mungkin ke obat-obatan kepunyaan mereka.

Dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 27 Oktober 2021, donasi veklury, lanjut Johanna, akan melengkapi pasokan remdesivir generik yang juga disediakan melalui program lisensi sukarela Gilead (Gilead’s voluntary licensing program).

Gilead bekerja sama dengan PT Soho Industri Pharmasi, salah satu anak usaha PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) yang berhubungan langsung dengan pemerintah Indonesia untuk mengkoordinasikan donasi tersebut.

Direktur Jenderal Kemenkes RI, Drg Arianti Anaya, MKM, yang menerima langsung donasi remdesivir, mengatakan,"Kami sangat mengapresiasi PT Soho Industri Pharmasi dalam upaya yang telah dilakukan untuk menjembatani pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dengan Gilead Sciences, Inc dalam rangka donasi obat Veklury (remdesivir) yang diperuntukkan bagi penanganan COVID-19 di Indonesia.".

Lebih lanjut Arianti, mengatakan, adapun kriteria yang ditetapkan untuk penerima remdesivir adalah rumah sakit rujukan COVID-19 yang memiliki Fasilitas Ruang Isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) mengingat bahwa remdesivir memang diperuntukkan bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Donasi Remdesivir untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia

Penyerahan donasi 100 ribu vial veklury (remdesivir) dari Gilead Sciences Inc kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)
Penyerahan donasi 100 ribu vial veklury (remdesivir) dari Gilead Sciences Inc kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)

Sementara itu, VP Alliance SOHO, Catharina Siswanti Librawati, mengatakan, peran SOHO sebagai distributor lokal Gilead di Indonesia adalah memfasilitasi terlaksananya program donasi Veklury, mengingat bahwa SOHO selama ini merupakan rekan Gilead dalam pemasaran dan penjualan produk-produk antivirus di Indonesia.

"Dalam hal donasi ini, SOHO mendukung penuh inisiatif Gilead dan memfasilitasi setiap proses yang ada agar pelaksanaan donasi Veklury® ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat mendukung kebutuhan pengobatan para pasien COVID-19 di Indonesia,” katanya.

Catharina, mengatakan, Gilead telah mendonasikan setidaknya 450.000 vial Veklury ke India, 10.000 vial Veklury ke Georgia dan 3.000 vial ke Armenia. Veklury disetujui atau diakui untuk penggunaan sementara (authorized for temporary use) di sekitar 50 negara di seluruh dunia.

Program lisensi sukarela Gilead (Gilead’s voluntary licensing program) memberikan lisensi jangka panjang kepada sembilan produsen, untuk memungkinkan akses ke remdesivir generik di 127 negara, yang sebagian besar adalah negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Lisensi ini bebas royalti, yang mencerminkan komitmen Gilead untuk memungkinkan akses pasien yang luas ke remdesivir. Veklury dan remdesivir generik telah tersedia untuk lebih dari tujuh juta pasien di seluruh dunia, termasuk lima juta orang di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah melalui program lisensi sukarela Gilead.

Veklury (remdesivir)

Veklury (remdesivir) adalah analog nukleotida yang ditemukan oleh Gilead, berdasarkan penelitian antivirus perusahaan yang telah dibangun lebih dari satu dekade. Veklury adalah standar perawatan antivirus untuk perawatan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Saat ini, lebih dari separuh pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 di Amerika Serikat dirawat dengan Veklury. Veklury disetujui/diakui untuk penggunaan sementara di sekitar 50 negara di seluruh dunia. Veklury memiliki aktivitas antivirus spektrum luas baik in vitro dan in vivo pada hewan percobaan terhadap beberapa patogen virus yang muncul, termasuk Ebola, SARS, Marburg, dan MERS.

Veklury secara langsung menghambat replikasi virus SARS-CoV-2 dengan menargetkan RNA polimerase virus di dalam sel. Saat memasuki tubuh, Veklury diubah menjadi metabolit aktif remdesivir triphosphate, yang kemudian dimasukkan ke dalam RNA virus dan menghentikan replikasi virus di dalam sel inang.

Tidak ada variasi yang diketahui secara signifikan mengubah RNA polimerase virus. Semua varian virus baru yang diketahui menunjukkan mutasi di lokasi berbeda pada protein lonjakan SARS-CoV-2, yang berada di permukaan luar virus dan dapat menyebabkan penurunan afinitas antibodi anti-SARS-CoV-2.

Aktivitas antivirus Veklury telah diuji terhadap isolat varian SARS-CoV-2 termasuk Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Epsilon. Temuan laboratorium ini menunjukkan bahwa Veklury akan terus aktif melawan variasi yang diidentifikasi saat ini dalam virus SARS-CoV-2.

Infografis 11 Aplikasi untuk Konsultasi Online dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Infografis 11 Aplikasi untuk Konsultasi Online dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 11 Aplikasi untuk Konsultasi Online dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel