Kemenkes: Risiko Omicron sudah di tengah masyarakat

·Bacaan 2 menit

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengemukakan temuan kasus transmisi lokal Omicron pertama pada pelaku perjalanan Medan-Jakarta memberi peringatan kepada masyarakat bahwa risiko penularan sudah ada di tengah masyarakat.

"Perlu menjadi perhatian kita, bahwa sudah teridentifikasi kasus transmisi lokal Omicron. Artinya kembali kami Ingatkan risiko penularan itu sudah ada di dalam masyarakat," kata Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan Keterangan Pers "Kenali Omicron dan Cara Mencegahnya" yang diikuti dari YouTube FMB9 di Jakarta, Rabu sore.

Baca juga: Ayo beri dukungan timnas Indonesia di Final Piala AFF dari rumah

Nadia mengatakan saat ini terdapat penambahan kasus konfirmasi Omicron sebanyak 21 kasus yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Terdiri atas WNI sebanyak 16 orang dan WNA lima orang. Total kasus Omicron per Rabu (29/12) sebanyak 68 orang.

Adapun asal dari para pelaku perjalanan luar negeri tersebut sebagian besar dari pekerja migran Indonesia asal Arab Saudi dan Turki.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Ditjen P2P Kemenkes itu terdapat sembilan kasus yang bergejala ringan dan 12 lainnya tidak memiliki gejala.

Baca juga: Kemenkes: Kasus Omicron Indonesia bertambah 21 pasien

Saat ini kasus Omicron yang konfirmasi positif sebanyak lima orang dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso dan 16 orang lainnya berada di RSDC Wisma Atlet.

"Kembali kami mengingatkan untuk para warga negara Indonesia untuk menunda perjalanan keluar negeri karena risiko penularan yang besar," katanya.

Kalaupun sedang berada di luar negeri, kata Nadia, tetap jalankan protokol kesehatan yang berlaku di negara tersebut ataupun dalam proses perjalanan pulang ke Indonesia.

Baca juga: Pemerintah terapkan empat strategi tangani varian Omicron

Dari total 68 pasien Omicron, kata Nadia, seluruhnya telah menerima dosis lengkap vaksinasi COVID-19. "Kasus yang ditemukan ini adalah merupakan kasus asimtomatis (tanpa gejala) dan dengan gejala ringan," katanya.

Hasil pelacakan kasus yang dilakukan Kemenkes melaporkan, pasien telah melakukan perjalanan luar negeri dengan didominasi negara asal Turki, Arab Saudi, London dan Amerika Serikat.

"Kami mengimbau tentunya dengan melihat pola seperti itu untuk warga negara Indonesia menunda perjalanan ke negara-negara yang kemudian kita identifikasi merupakan kasus yang cukup banyak tertular kasus konfirmasi Omicron," katanya.

#ingatpesanibu
#sudahvaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua
Baca juga: Kemenkes deteksi tiga kasus baru Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel