Kemenkes: Satu Pasien Varian Baru COVID-19 Meninggal Dunia

Lutfi Dwi Puji Astuti, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid, mengumumkan kondisi terkini pasien COVID-19 di Indonesia yang terinfeksi varian baru virus corona.

Pasien-pasien ini ada yang terinfeksi varian B117 dari Inggris, varian B1351 dari Afrika Selatan, dan varian B1617, yang baru ditemukan di India.

Siti Nadia mengungkap, terdapat satu pasien yang dinyatakan telah meninggal dunia setelah terinfeksi varian B1351, yaitu pasien yang berasal dari Bali.

"Kita melihat satu kasus positif varian B1351 yang ditemukan di Bali diambil spesimennya pada tanggal 25 Januari 2021. Pasien ini ternyata pada tanggal 16 Februari 2021 telah meninggal," ujar Nadia saat konferensi pers yang digelar virtual, Selasa 4 Mei 2021.

Saat ini, Nadia mengatakan, sedang dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk menganalisis kemungkinan terjadinya penularan secara lokal sejak kasus tersebut terkonfirmasi.

"Ini sedang kita lakukan penyelidikan epidemiologinya. Karena kasus ini sebenarnya sudah jauh sekali bulan Januari dan yang bersangkutan sudah meninggal pada 16 Februari," lanjut dia.

Selain itu, Nadia juga melaporkan sebaran-sebaran kasus varian baru COVID-19 yang ada di Indonesia.

"Kondisi-kondisi ini di Jakarta ada 1 kasus, Jawa Barat ada 5, Kaltim ada 1, Bali ada 2, Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumut ada 2 kasus, di Sumsesl ada 1 kasus," kata dia.

Secara keseluruhan, Nadia melaporkan, kasus varian baru COVID-19 baik itu terinfeksi virus varian B117, B1351 atau B1617 adalah sejumlah 17 kasus.

"Yang terakhir yang kita temukan bahwa varian B1617 itu ditemukan pada 2 kasus positif COVID-19 di Jakarta. Yang satu adalah WNI dan saat ini sudah sehat dan satu lagi dari WNA India, yang diambil spesimennya pada tanggal 2 April yang positif. Saat ini, WNA tersebut kondisinya stabil, sehat, dan dirawat di RSPI untuk proses isolasinya," imbuh Nadia.

Kemudian khusus untuk varian B117, Nadia menyampaikan ada tiga tambahan kasus baru, di mana sebelumnya sudah dilaporkan ada 10 kasus varian virus dari Inggris tersebut.

"Sehingga total jadi 13 kasus varian atau mutasi yang ada di Indonesia saat ini," tutup dr. Siti Nadia.