Kemenkes sebut Stok Vaksin Covid-19 Nasional Aman Sampai Desember

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, stok vaksin Covid-19 di Indonesia dapat tercukupi sampai akhir Desember.

"Kemarin, kita baru datangkan 5 juta dosis Pfizer. Itu sudah datang sekitar dua minggu yang lalu dan sudah didistribusikan 2,5 juta ke seluruh kabupaten/kota dan prov. Sekarang kecepatan vaksinasi kita 100 ribu per hari. Jadi, kalau 2,5 juta itu bisa buat 25 hari ke depan. Kita masih pegang stok 2,5 jt lagi. Jadi sebenarnya bisa sampai akhir Desember," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) kepada wartawan, Senin (7/11).

BGS juga menyampaikan, distribusi vaksin ke daerah-daerah dilihat berdasarkan kecepatan vaksinasi yang dilakukan. Sebab, Kemenkes tidak ingin vaksin yang tersedia menjadi tak terpakai.

"Kita pegang yang 2,5 juta di (pemerintah) pusat. Kalau ada daerah yang cepat (habis stok vaksinnya), kita kasih. Karena pengalaman kita, banyak juga vaksin yang expired di daerah-daerah. Jadi kita enggak mau kasih banyak-banyak stoknya di daerah, biarkan di pusat," kata BGS.

Kemudian, BGS juga berharap vaksin produksi dalam negeri dapat segera digunakan.

"Nah, produksi dalam negeri ini yang sebenarnya mau kita dorong. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Tapi stok yang 5 juta itu, sudah ada dan 2,5 juta sudah didistribusikan ke seluruh daerah," tegas BGS.

Sebelumnya, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rizka Andalucia berharap vaksin Covid-19 produksi dalam negeri dapat segera digunakan dalam satu sampai dua minggu ke depan. Sebab, produksi vaksin tersebut sudah dilakukan dan sedang menunggu izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

"Semoga kita dapat menggunakannya dalam satu sampai dua minggu ke depan dengan produksi vaksin dalam negeri, untuk vaksin primer (dosis satu dan dua) dan booster," kata Rizka kepada wartawan saat ditemui di ICE BSD, Banten, Kamis (3/11).

Berdasarkan pernyaaan Rizka, vaksin Indovac produksi di PT Bio Farma, Bandung telah mendapatkan EUA untuk vaksin primer. Namun, untuk vaksin Inavac atau Vaksin Generik Merah Putih masih menunggu EUA dari BPOM.

"Untuk IndoVac yang Biofarma itu sudah mendapatkan izin edar EUA untuk vaksin primer, dosis satu dan dua. Inavac akan segera, mungkin satu sampai dua hari ini. Kita tunggu pengumuman dari BPOM," kata Rizka.

Untuk penggunaan booster atau vaksin dosis tiga, Indovac juga tengah menunggu EUA dari BPOM.

"Yang dosis booster juga akan segera didapatkan EUA untuk booster," tambah Rizka. [ded]