Kemenkes: Sembilan juta vaksin donasi tiba di Indonesia pada Minggu

·Bacaan 2 menit

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebutkan sebanyak hampir sembilan juta dosis vaksin yang berasal dari donasi negara tetangga telah tiba di Indonesia pada Minggu (26/12).

"Seluruh vaksin yang datang merupakan donasi dari negara-negara sahabat melalui jalur fasilitas COVAX," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis Kominfo yang diterima di Jakarta, Minggu.

Nadia menyebutkan pada kedatangan tahap ke 176, Indonesia mendapatkan sebanyak 1.420.600 dosis vaksin jenis vaksin Moderna. Jenis vaksin itu merupakan donasi dari pemerintah Perancis melalui COVAX.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 tambah 92 kasus, terbanyak di Jakarta

Pada kedatangan tahap ke 177, Amerika Serikat melalui COVAX telah memberikan vaksin sebanyak 234.000 dosis dan pada tahap ke 178 memberikan 3.086.460 dosis. Sedangkan pada tahap ke 179, Tanah Air mendapatkan vaksin jenis AstraZeneca sebanyak 4.244.200 dosis dari pemerintah Jerman dan Yunani.

"Atas kedatangan ini, pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Prancis, Jerman, Amerika Serikat dan Yunani," kata dia.

Menurutnya, pandemi COVID-19 merupakan masalah global yang harus diatasi bersama oleh seluruh bangsa, termasuk dalam upaya vaksinasi. Melalui COVAX atau COVID-19 Vaccines Global Access yang merupakan sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara untuk vaksin-vaksin COVID-19, diupayakan terjadinya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi bangsa-bangsa di dunia.

Dalam kesempatan itu dia turut menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus mengupayakan kedatangan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.

Hingga saat ini, sudah ada sejumlah merek vaksin yang telah didatangkan. Seluruhnya telah diuji keamanan dan khasiatnya. Oleh sebab itulah, dia meminta masyarakat untuk tidak pilih-pilih vaksin.

"Semakin cepat kita mendapatkan vaksin, maka semakin terlindungi, tidak hanya bagi diri sendiri, juga orang-orang di sekitar kita," ujar dia.

Sedangkan terkait varian Omicron di Indonesia, Nadia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan penyebarannya yang sangat cepat. Masyarakat juga diminta menunda perjalanan ke luar negeri dan disiplin menjalankan protokol kesehatan serta segera mengikuti vaksinasi COVID-19.

“Kesadaran diri untuk tidak bepergian terlebih dahulu harus dilakukan. Apalagi di tengah suasana libur Natal dan Tahun Baru ini. Penting bagi kita untuk saling menjaga satu sama lain,” tegas Nadia.

Baca juga: 110,6 juta warga sudah terima dosis kedua vaksin COVID-19
Baca juga: GISAID catat 30 kasus penularan Omicron di Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel