Kemenkes: Semua Indikator Penanganan Covid-19 Terus Membaik

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mengklaim semua indikator penanganan pandemi Covid-19 terus membaik. Mulai dari kasus konfirmasi positif, kematian, perawatan di rumah sakit, hingga laju penularan Covid-19.

"Kita melihat indikator penanganan pandemi terus membaik dan cenderung terjadi penurunan," kata Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (20/4).

Nadia mencatat, data 19 April 2022, kasus konfirmasi harian Covid-19 turun menjadi 837 dengan kematian 34. Sementara bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan turun menjadi 3,12 persen.

"Positivity rate sudah kurang dari 1 persen. Kemarin 0,78 persen di bawah ketentuan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," imbuhnya.

Angka reproduksi efektif atau Rt Covid-19 juga menurun. Menurut Nadia, Kementerian Kesehatan mencatat semua pulau di Indonesia memiliki Rt di angka 1. Namun, idealnya Rt Covid-19 kurang dari 1.

"Angka rata-rata reproduksi di semua pulau di Indonesia ini berada pada angka 1. Tapi ini bukan angka yang kita harapkan. Angka reproduksi harus turun kurang dari 1 supaya kita bisa terus menekan laju penularan," jelasnya.

Masih catatan Kementerian Kesehatan, kata Nadia, semua provinsi di Indonesia berada pada level transmisi 1. Artinya, kasus konfirmasi Covid-19 berada di bawah 20 per 100.000 penduduk per minggu.

Pakar Usul PPKM Dicabut

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mendorong pemerintah tidak melakukan intervensi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab, saat ini kasus Covid-19 telah melandai.

Selain itu, antobodi Covid-19 masyarakat sudah naik. Khusus di Pulau Jawa dan Bali, antibodi Covid-19 naik dari Desember 2021 masih 93 persen, pada Maret 2022 menjadi 99,2 persen.

"Pengetatan kegiatan masyarakat seperti PPKM tidak perlu lagi sebagai pilihan intervensi," kata Pandu, Rabu (20/4). [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel