Kemenkes: Semua Kontak Erat 6 Kasus Corona Baru B117 Negatif

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Kesehatan menyatakan enam pasien yang sempat terinfeksi virus COVID-19 varian baru B117 di Indonesia seluruhnya telah pulih.

Begitu juga dengan hasil tracing terhadap sejumlah orang yang berinteraksi dengan pasien terinfeksi B117, dilaporkan negatif berdasarkan hasil laporan laboratorium kesehatan. Kemenkes langsung menelusuri kontak erat pasien dan melakukan pemeriksaan.

"Kasus B117 sekarang semuanya sehat. Mereka tidak perlu pelayanan darurat dan sekarang semua sudah sembuh dan kasus kontak dengan mereka sudah kami ambil sampelnya, semua sudah dicek dan semua negatif. Ternyata semuanya sehat," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dikutip dari webinar di Jakarta, Jumat, 12 Maret 2021.

Seperti diketahui, GSAID atau lembaga nirlaba pengumpul data genome virus influenza dan corona di dunia, sebelumnya melaporkan dua kasus B117 terjadi dari Karawang, satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus dari Sumatera Selatan, satu kasus di Kalimantan Timur dan satu kasus di Kalimantan Selatan.

Nadia mengatakan Indonesia saat ini telah memiliki total 16 laboratorium yang dibagi berdasarkan regional dengan kemampuan menganalisa whole genome sequences atau pengurutan keseluruhan genom dalam mendeteksi dini kemunculan varian baru.

"Tidak semua laboratorium punya kemampuan ini. Sebagian besar whole genome sequences dilakukan di perguruan tinggi," katanya.

Pengembangan jejaring laboratorium melalui kerja sama peningkatan jumlah sampel whole genome sequences diharapkan dapat meningkatkan jumlah sampel penelitian di Indonesia. "Diharapkan pengembangan jejaring ini untuk bantu laboratorium potensial lainnya pengembangan whole genomes sequences," katanya.

Ada 16 laboratorium yang kini dibagi berdasarkan regional. Selain Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Libangkes), ada pula Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), UIN Jakarta, Universitas Padjadjaran dan lainnya.

"Ini sentra whole genomes sequences diambil dari para pelaku perjalanan, dari puskesmas dan dari rumah sakit," katanya.

Seperti diketahui, COVID-119 varian B117 pertama kali ditemukan di Inggris Raya, diperkirakan 50 persen lebih menular daripada varian sebelumnya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memprediksi ini menjadi jenis yang dominan di Amerika Serikat pada bulan Maret lantaran kini telah ditemukan 195 kasus.

Mutasi virus corona jenis baru asal Inggris ditemukan di Tanah Air pada 1 Maret 2021 malam. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan varian B117 UK telah menjangkiti dua warga di Kabupaten Karawang Jawa Barat (Jabar).

Dua warga itu didentifikasi terinfeksi virus Corona ini setelah memiliki riwayat penerbangan Internasional dengan maskapai Qatar Airways. Dua warga tersebut sedang ditangani secara intensif dan diawasi ketat agar mutasi virus Corona B117 UK itu tidak menular ke warga lainnya. (Ant)