Kemenkes Siapkan 3 Rumah Sakit di DKI Khusus Rawat Pasien Covid-19

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kasus baru harian Covid-19 di Indonesia tembus 20.574 orang pada 24 Juni 2021, menjadi rekor penambahan terbanyak selama pandemi Corona dimulai di Indonesia. Sementara total keseluruhan mencapai 2,05 juta pasien, 1,82 juta orang yang sembuh, dan meninggal dunia sebanyak 55.949.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta membuat Kemeterian Kesehatan memutuskan menjadikan tiga rumah sakit pemerintah pusat fokus untuk merawat pasien Covid-19. Ketiga rumah sakit tersebut yakni, RSUP Fatmawati, RSUP persahabatan, dan RSPI Sulianti Saroso.

“Dengan demikian diharapkan minggu ini konversi tiga rumah sakit ini dapat selesai, sehingga mampu memberikan ketersediaan tempat tidur dan melayani para pasien-pasien Covid-19 di DKI Jakarta yang sudah lengkap dengan fasilitas dan tenaga kesehatan,” kata Budi Gunadi Sadikin, dalam konfrensi pers virtual, Jumat (25/06/2021).

Penambahan ruang isolasi

Kemeterian Kesehatan memutuskan menjadikan tiga rumah sakit pemerintah pusat di DKI Jakarta fokus untuk merawat pasien Covid-19. (Foto: Unsplash.com/Martin Sanchez)
Kemeterian Kesehatan memutuskan menjadikan tiga rumah sakit pemerintah pusat di DKI Jakarta fokus untuk merawat pasien Covid-19. (Foto: Unsplash.com/Martin Sanchez)

Selain mengonversi ketiga RS ini, Budi mengatakan Kemenkes juga telah berkordinasi dengan Gubernur dan kepala BNPB untuk mengubah kamar IGD menjadi ruang isolasi. Sehingga dengan demikian, perawatan yang normal bisa dilakukan di sana untuk menampung pasien-pasien yang sudah masuk ke rumah sakit.

“Sedangkan, untuk layanan IGD. Kami sudah memutuskan untuk membangun tenda di luar rumah sakit supaya bagi pasien yang ingin melakukan pemeriksaan, bisa masuk ke sana,” ujar Budi.

Hal ketiga yang dilakukan Kemenkes adalah menambah dua ruang isolasi baru yakni di Pasar Rumput dan Nagreg. Ada 4 tower di Nagreg yang dapat menampung 400 pasien isolasi, sedangkan di Pasar Rumput memiliki kapasitas isolasi sekitar 3000. Jadi ada 7000 total tempat isolasi tambahan atau dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya yang ada di Wisma Atlet.

“Rencana kami dengan kepala BNPB, kepala Gubernur, kepala TNI, dan Wakapolri adalah memindahkan pasien OTG dan ringan ke Nagrek dan Pasar rumput, sehingga Wisma Atlet bisa di-upgrade untuk menangani kondisi yang sudah menengah, namun dalam kondisi berat tetap kami arahkan ke rumah sakit.” terang Budi.

Dengan demikian, Kemenkes berharap kapasitas layanan kesehatan baik itu pasien tanpa gejala, pasien gejala ringan, pasien gejala menengah, dan berat dapat diatur dengan lebih baik.

Jumlah tempat tidur isolasi di DKI Jakarta sekitar 80.000 dan sudah terisi 60.000. Namun, jumlah tempat tidur ini akan terus bertambah karena belum diperhitungkan dengan ruang isolasi dan konversi dari 3 rumah sakit.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel